Minggu, 22 Juli 2018

Menjaga Keutuhan Umat

Janganlah kalian menjadi seperti orang-orang musyrik yang telah memecah belah agama mereka, yakni mengganti dan mengubahnya, serta beriman pada sebagiannya dan ingkar pada sebagian yang lainnya.

Alloh Subhaanahuu wa ta'aalaa berfirman dalam surah Ar-Rum, ayat 30-31, bahwa luruskanlah wajahmu menghadap pada agama yang telah disyariatkan oleh Alloh bagimu, yaitu agama yang hanif, agama Ibrahim Alaihissalam, yang telah ditunjukkan oleh Alloh Subhaanahuu wa ta'aalaa kepadamu dan disempurnakan-Nya bagimu dengan sangat sempurna. Selain dari itu kamu adalah orang yang tetap berada pada fitrahmu yang suci yang telah dibekalkan oleh Alloh kepada semua makhluk-Nya. Karena sesungguhnya Alloh telah membekalkan kepada semua makhluk-Nya pengetahuan tentang keesaan-Nya, dan bahwa tidak ada Ilah selain Dia. Dalam ayat yang lain, Alloh berfirman:

{وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى}

Wa asy-haadahum 'alaaa anfusyihim a lastu birobbikum qooluu bala

dan Alloh mengambil kesaksian terhadap Roh mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Robb-mu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Robb kami)" (Al-A'raf: 172)

Pada masa Jahiliah, kaum hanif menolak perbuatan syirik; mereka menolak menyembah kepada banyak ilah selain Alloh.

Di dalam sebuah hadis disebutkan:

"إني خلقت عِبَادِي حُنَفاء، فَاجْتَالَتْهُمُ الشَّيَاطِينُ عَنْ دِينِهِمْ"

Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif kemudian syaitoon-syaithoon menyesatkan mereka dari agamanya.

Apa yang menjaga keutuhan umat?

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Wadih, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Ishaq, dari Zaid ibnu Abu Maryam yang mengatakan bahwa Umar r.a. bersua dengan Mu'az ibnu Jabal, lalu Umar bertanya, "Apakah yang menjaga keutuhan tegaknya umat ini?" Mu'az menjawab, "Ada tiga perkara yang semuanya dapat menyelamatkan mereka, yaitu (1) tetap pada fitrah Alloh yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu; (2) sholat yang merupakan agama; dan (3) taat yang merupakan pemelihara diri (dari perbuatan yang diharamkan)." Maka Umar rodhiyAloohu anhu berkata, "Engkau benar."

Ibnu Katsir

Sabtu, 21 Juli 2018

1/73 Golongan yang Selamat

Umat Islam terpecah menjadi 73 golongan, hanya satu golongan yang selamat.

Agama-agama lain sebelum agama Islam berselisih pendapat di antara sesamanya menjadi beberapa golongan yang masing-masing berpegang pada pendapat-pendapat dan prinsip-prinsip yang batil. Setiap golongan mengira bahwa dirinyalah yang benar. Umat Islam berselisih pendapat pula di antara sesama mereka menjadi beberapa golongan. Semuanya sesat kecuali satu golongan, mereka adalah ahli sunnah wal jama'ah yang berpegang teguh pada Kitabulloh dan sunnah Rosul-Nya, serta berpegang pada apa yang biasa diamalkan di abad pertama Islam, yaitu di masa para sahabat, para tabi'in, dan para Imam kaum muslim, sejak zaman dahulu hingga masa sekarang.

Ibnu Katsir


Jumat, 20 Juli 2018

Dunia dan Akhirat

Ibnu Katsir menafsirkan, gunakanlah harta yang berlimpah dan nikmat yang bergelimang sebagai karunia Alloh kepadamu ini untuk bekal ketaatan kepada Robb-mu dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan mengerjakan berbagai amal pendekatan diri kepada-Nya, yang dengannya kamu akan memperoleh pahala di dunia dan akhirat.

{وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا}

dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan)
duniawi (Al-Qoshosh: 77)

Yakni yang dihalalkan oleh Alloh berupa makanan, minuman, pakaian, rumah dan perkawinan. Karena sesungguhnya engkau mempunyai kewajiban terhadap Robb-mu, dan engkau mempunyai kewajiban terhadap dirimu sendiri, dan engkau mempunyai kewajiban terhadap keluargamu, dan engkau mempunyai kewajiban terhadap orang-orang yang bertamu kepadamu, maka tunaikanlah kewajiban itu sesuai haknya masing-masing.

{وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ}

dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Alloh telah berbuat baik kepadamu. (Al-Qoshosh: 77)

Artinya, berbuat baiklah kepada sesama makhluk Alloh sebagaimana Alloh telah berbuat baik kepadamu.

{وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ}

dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. (Al-Qoshosh: 77)

Yaitu janganlah cita-cita yang sedang kamu jalani itu untuk membuat kerusakan di muka bumi dan berbuat jahat terhadap makhluk Alloh.

{إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ}

Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Al-Qoshosh: 77)



Rabu, 18 Juli 2018

Cinta kepada Alloh dan Rosul-Nya

Muhammad Shollalloohu'alaihi wasallam.

Dan ketika Jibril menampakkan diri kepadanya dalam rupa seorang Badui, lalu di antara pertanyaan yang diajukannya menyebutkan, "Ceritakanlah kepadaku, hai Muhammad, tentang hari kiamat." Maka Nabi Shollalloohu'alaihi wasallam menjawab:

"مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ"

Tidaklah orang yang ditanya mengenainya lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.

Dan ketika ada seorang Badui bertanya kepadanya dengan suara yang lantang, "Hai Muhammad, bilakah kiamat terjadi?" Maka Nabi Shollalloohu'alaihi wasallam menjawab:

"وَيْحَكَ. إِنَّهَا كَائِنَةٌ، فَمَا أَعْدَدْتَ لَهَا؟

Celakalah kamu, lalu apakah yang telah engkau persiapkan untuknya, sesungguhnya ia (hari kiamat) pasti akan terjadi.

Lalu laki-laki Badui itu menjawab, "Adapun mengenai diriku, sesungguhnya aku belum dapat mempersiapkan untuk menyambutnya dengan banyak SHOLAT, tidak pula dengan banyak PUASA, tetapi aku CINTA KEPADA ALLOH dan ROSUL-NYA." Maka Rosuulullooh Shollalloohu'alaihi wa sallam bersabda:

"فَأَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ"

Maka engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.

Ibnu Katsir

Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Lembaga dunia yang menangani perdagangan dan pembangunan, UNCTAD (2013), percaya bahwa untuk meningkatkan kontribusi terhadap perdagangan dunia, perlu melakukan 'leap-frog' ke dalam penciptaan kemakmuran.

Kekuatan baru yang dapat melakukan 'leap-frog' adalah ekonomi kreatif, yang diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Survei tentang Kesenjangan Kreativitas Global (Global Creativity Gap) menyatakan bahwa satu dari empat orang di dunia memiliki potensi kreatif. Sayangnya, 75% responden mengatakan bahwa mereka berada di bawah tekanan agar produktif daripada kreatif di tempat kerja.

Fokus utama pengembangan ekonomi  kreatif adalah Orang Kreatif (OK), yang memiliki keahlian dan bakat individu, yang potensial menciptakan  lapangan kerja dan kesejahteraan melalui eksploitasi kekayaan  intelektual dan konten (UK, Creative Industry Tasforce, 1998).

Ekonomi kreatif juga memberi kontribusi terhadap inklusi sosial (pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata), keberagaman budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Berdasarkan hasil survey ekonomi kreatif 2016, pertumbuhan ekonomi kreatif 2015 sebesar 4,38%.

Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Nasional sebesar 7,38% atau 852 triliun rupiah, penyerapan tenaga kerja sebesar 13,90% atau 15,9 juta orang, dan nilai ekspor sebesar 12,88% atau 19,4 miliar USD.

Subsektor ekonomi kreatif yang memberi kontribusi terbesar terhadap PDB Nasional, yaitu kuliner (41,69%), fashion/ mode (18,15%), dan Kriya (15,70%)

Ekspor terbesar ekonomi kreatif, yaitu mode (56%), kriya (37%), dan kuliner (6%).

Penduduk yang bekerja di sektor ekonomi kreatif sebesar 13,90% atau 15 959.590 orang atau 13,90% dari penduduk yang bekerja sebanyak 114.819.199 orang.

Berdasarkan kepemilikan kekayaan intelektual, subsektor ekonomi kreatif yang tertinggi, yaitu film, animasi, dan video sebesar 21,08%, kuliner sebesar 19,75%, serta televisi dan radio sebesar 16,59%.

Sumber:
BPS dan Bekraf

(***)

Selasa, 17 Juli 2018

Mengapa menasihati kaum yang akan diazab?

1. supaya terlepas dari tanggung jawab kepada Alloh (ingkar mungkar)
2. supaya mereka bertakwa (taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya

Alloh Subhaanahuu wa ta'aalaa berfirman:

وَاِذْ قَالَتْ اُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُوْنَ قَوْمًا   ۙ  اللّٰهُ مُهْلِكُهُمْ اَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًا   ۗ  قَالُوْا مَعْذِرَةً اِلٰى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

wa iz qoolat ummatum min-hum lima ta'izhuuna qoumanillaahu muhlikuhum au mu'azzibuhum 'azaaban syadiidaa, qooluu ma'zirotan ilaa robbikum wa la'allahum yattaquun

Alloh Subhaanahuu wa ta'aalaa berfirman:

"Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Alloh dengan azab yang sangat keras? Mereka menjawab, Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Robb-mu, dan agar mereka bertakwa."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 164)

Sumber:
Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

Kamis, 12 Juli 2018

Istighfar Nabi Ibrahim Alaihissalam yang Istimewa

Alloh Subhaanahuu wa ta'aalaa berfirman:

رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلـِوَالِدَيَّ  وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ

robbanaghfir lii wa liwaalidayya wa lil-mu`miniina yauma yaquumul-hisaab

"Ya Robb kami, ampunilah aku dan kedua ibu-bapakku dan semua kaum mukminin pada hari perhitungan (hari Kiamat)."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 41)

Perbanyaklah beristighfar seperti ini, karena banyak sekali manfaat yang akan kita dapatkan.

1. Alloh akan lebih mendengar istighfar kita, karena kita menggunakan istighfarnya 'kekasih' Alloh ta'aalaa, Nabi Ibrohim alaihissalam.

2. Ini merupakan bentuk bakti kpd kedua orang tua, dan akan menjadikan keduanya BAHAGIA dan mulia di sisi-Nya.

3. Dengannya kita akan mendapatkan doa malaikat, karena kita telah mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya. [HR. Muslim, 2732]

4. Kita akan mendapatkan pahala sebanyak jumlah kaum muslimin ketika mereka dikumpulkan semuanya pada hari kiamat nanti, karena kita telah memintakan ampun untuk mereka semua.    [Shohihul Jami', 6026]

5. Alloh akan menambah kekuatan untuk kita, karena kita beristighfar. [QS. Hud: 52].

6. Urusan-urusan kita akan dimudahkan Alloh krn istighfar kita, sebagaimana dikatakan Ibnul Qoyyim rohimahulloh. [Tibbun Nabawi, 155]

7. Alloh akan melapangkan harta dan rezeki kita dengan istighfar. [QS. Nuh: 10-12]

Semoga Alloh memberikan kita taufiq, untuk selalu mengisi waktu kita dengan banyak beristighfar ini kepada-Nya, Aamiiin.

Sumber:
Mutiara Risalah Islam
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny Lc, MA.
Dewan Pembina RisalahIslam.or.id

Entri yang Diunggulkan

Menjaga Keutuhan Umat

Janganlah kalian menjadi seperti orang-orang musyrik yang telah memecah belah agama mereka, yakni mengganti dan mengubahnya, serta beriman ...