Minggu, 04 Desember 2016

Perbedaan Pemasaran dengan Promosi

Perbedaan Pemasaran dengan Promosi
Seri: Pemasaran dan Manajemen Destinasi Parwisata

Marketing
1. Marketing bersangkut paut dengan kebijakan dan eksistensinya dalam "tourist system" berdasarkan 4 fungsi yang fundamental, yaitu
a) menentukan pasaran, baik yang aktual maupun potensial dengan mempelajari secara serius tentang struktur pasar;
b) komunikasi yang dilakukan untuk menarik atau menciptakan permintaan dengan meyakinkan wisatawan (potential & actual tourist) dengan mengadakan daya tarik di daerah tujuan, menyediakan fasilitas, memberikan pelayanan dengan memerhatikan selera, kebutuhan dan preferensi yang lebih baik dari sekian alternatif yang ada;
c) pengembangan,  merencanakan dan mengembangkan serta memperkenalkan atraksi-atraksi bsru, produk bsru, pelayanan-pelayanan yang lebih memuaskan yang diperlukan untuk ditawarkan pada potential tourist.
d) pengawasan, untuk mengadakan evaluasi, menilai, dan mengukur melalui macam-macam riset, apa yang telah dihasilkan oleh kegiatan promosi, bagaimana hasilnya, apakah dijumpai adanya pemakaian fasilitas yang tersedia secara efisien dan apakah biaya-biaya marketing dapat kembali lagi.

2.Kegiatan dan strategi dalam marketing meliputi hal-hal sebagai berikut:
a) product policy
b) price policy
c) channel policy
d) marketing research

3. Titik berat marketing adalah masalah demand, bagaimana dapat menciptakan permintaan. Marketing sifatnya lebih kompleks kegiatannya, termasuk bagaimana dapat menciptakan produk bsru, sesuai dengan wisatawan.

4. Marketing merupakan suatu kebijakan untuk menentukan satundi antara cara prakiraan (forecasting) di masa yang akan datang.

5. Marketing mempunyai kewajiban mengadakan product development sesuai dengan meinginan dan selera wisatawan.

6. Marketing dimulai semenjak perusahaan didirikan, penentuan lokasi perusahaan, penetaoan desain, mencari bahan baku, perencanaan pembungkusan (packaging).

7. Marketing mempersoalkan masalah "after sales services."

Promosi
1. Promosi, kegiatannya lebih banyak mendistribusikan bahan-bahan promosi, seperti film, slides, iklan, brosur, buklet, liflet, flier, folders melalui bermacam-macam saluran (channels), seperti televisi, radio, majalah, bioskop, direct-mail, yang ditujukan kepada "potential tourist," maupun "actual tourist," dengan tujuan mentransfer informasi dan memengaruhi calon-calon wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah tujuan wisata.

2. Promosi, kegiatan utamanya adalah merencanakan dan melaksanakan promosi berupa:
a) iklan;
b) publikasi dengan bermacam-macam cara;
c) sales support, dengan mengeluarkan: brosur, liflet, buklet, folders dll.
d) public relations melalui media massa yang sesuai untuk masing-masing bahan promosi yang ada.

3. Tujuan promosi, lebih banyak ditekankan untuk meningkatkan penjualan. Promosi lebih banyak bersifat memberitahu tentang apa dan bagaimana suatu produk itu, menciptakan produk baru, sesuai dengan wisatawan.

4. Promosi, lebih mengutamakan kegiatannya untuk membagi-bagikan informasi dan meningkatkan penjualan dengan cara yang agak terpisah-pisah.

5. Promosi, tidak dapat bertindak demikian, karena tugasnya yang utama ialah mempromosikan produk yang siap jual.

6. Promosi, dimulai sesudah proses produksi selesai.


7. Promosi, tidak berkewajiban melaksanakan kegiatan "after sales services," tugasnya memperkenalkan produk, tanpa memerhatikan syarat-syarat penjualan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Syaithoon atau Setan

Setan adalah bangsa jin yang dapat masuk ke dalam aliran darah manusia, membisikkan atau mengajak manusia agar hidup abadi, mempersekutukan...