Minggu, 04 Desember 2016

Produk (Portofolio) Pariwisata

Produk (Portofolio) Pariwisata
Seri: Pemasaran dan Manajemen Destinasi Pariwisata

Pemahaman tentang Portofolio Produk Pariwisata

Produk Pariwisata (Tourism Product) merupakan suatu bentukan yang nyata (tangible product) dan tidak nyata (intangible product), dikemas dalam suatu kesatuan rangkaian perjalanan yang hanya dapat dinikmati, apabila seluruh rangkaian perjalanan tersebut dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi wisatawan yang melakukan perjalanan wisata atau yang menggunakan produk pariwisata tersebut.

Dengan demikian bentuk dari produk pariwisata itu pada hakekatnya adalah tidak nyata, karena dalam suatu rangkaian perjalanan terdapat berbagai macam unsur yang saling melengkapi, bergantung pada jenis perjalanan yang dilakukan oleh wisatawan. 

Misalnya, wisatawan akan melakukan perjalanan ke sebuah pulau dengan tujuan menikmati keindahan taman laut di sekitar pulau tersebut, tentunya wisatawan membutuhkan fasilitas penunjang, yaitu: fasilitas kendaraan yang membawa wisatawan dari rumah ke pulau yang dituju, perahu untuk menyeberang ke pulau, dan setibanya di pulau tersebut, wisatawan membutuhkan fasilitas akomodasi yang dilengkapi dengan makan dan minum selama berada di pulau itu, serta pelengkapan menyelam. Dengan demikian, berdasarkan ilustrasi di atas jelas bahwa rangkaian perjalanan wisatawan dari asal wisatawan ke sebuah pulau membutuhkan komponen produk pariwisata secara holistik dan tidak dapat berdiri sendiri-sendiri, yang berarti bahwa fasilitas penunjang, transportasi, akomodasi, makan dan minum, perlengkapan menyelam, bahkan atraksi wisata di pulau tersebut, loket penjualan tiket untuk menyaksikan atraksi, tempat penjualan suvenir, toilet umum, tempat ibadah, tempat pembuangan sampah, merupakan satu kesatuan yang saling mengikat dan melengkapi untuk tujuan menciptakan kepuasan pengalaman berwisata bagi wisatawan. Dan masih banyak komponen produk pariwisata lain yang tidak nampak dalam ilustrasi tersebut, yang pada umumnya disebut sebagai komponen pelayanan, seperti yang terjadi pada saat petugas memberikan layanan kepada wisatawan pada saat wisatawan berada di berbagai fasilitas yang digunakan, layanan keamanan dan keselamatan, termasuk layanan informasi serta petunjuk (signage) dan larangan, yang semua itu dimaksudkan agar wisatawan mendapatkan kemudahan dan kenyamanan dalam berwisata.

Dari uraian di atas, secara umum mudah dikenali bahwa produk pariwisata terdiri atas aksesibilitas, fasilitas, pelayanan, dan atraksi wisata atau hiburan.

Definisi Produk Pariwisata

Berdasarkan pemahaman di atas, dikatakan bahwa produk pariwisata dibanding dengan jenis-jenis produk barang dan jasa lainnya, memiliki ciri-ciri yang berbeda dan untuk memahami bentuk serta wujud dari produk pariwisata, maka beberapa definisi berikut ini perlu dipahami pula:

Burkart dan Medlik (1986), yaitu suatu susunan produk terpadu, yang terdiri atas daya tarik wisata, transportasi, akomodasi, dan hiburan, yang tiap unsur produk pariwisata dipersiapkan oleh perusahaan (usaha pariwisata) yang berbeda-beda dan ditawarkan secara terpisah kepada wisatawan.

Medlik dan Middleton, produk pariwisata terdiri atas bermacam-macam unsur dan merupakan suatu paket yang tidak terpisahkan serta memenuhi kebutuhan wisatawan sejak meninggalkan tempat tinggalnya sampai ke tempat-tempat tujuan dan kembali lagi ketempat asalnya. 

Gamal Suwantoro (2007:75) pada hakekatnya  produk wisata adalah keseluruhan pelayanan yang diperoleh dan dirasakan atau dinikmati wisatawan semenjak ia meninggalkan tempat tinggalnya sampai ke daerah tujuan wisata yang dipilihnya dan sampai wisatawan kembali ke tempat  asalnya. 

Gooddall (1991: 63), produk pariwisata dimulai dari ketersediaan sumber yang berwujud (tangible) hingga tak berwujud (intangible) dan secara totalitas lebih condong pada kategori jasa yang tak berwujud (intangible).

Burns and Holden (1989:172) produk pariwisata dinyatakan sebagai segala sesuatu yang dapat dijual dan diproduksi dengan menggabungkan faktor produksi, konsumen yang tertarik pada tempat-tempat yang menarik, kebudayaan asli dan festival-festival kebudayaan.

Kotler dan Amstrong (1989:463), produk wisata sebagai sesuatu yang ditawarkan kepada konsumen atau pangsa pasar untuk memuaskan kemauan dan keinginan termasuk di dalam obyek fisik, layanan, SDM yang terlibat di dalam organisasi dan terobosan  atau ide-ide baru.

Bukart dan Medlik (dalam Yoeti,1986:151) mendeskripsikan produk wisata sebagai susunan produk yang terpadu, yang terdiri atas obyek wisata, atraksi wisata, transportasi (jasa angkutan), akomodasi dan hiburan, yang tiap unsurnya dipersiapkan oleh masing-masing perusahaan (usaha pariwisata) dan ditawarkan secara terpisah. 

Produk wisata sebagai salah satu obyek penawaran dalam pemasaran pariwisata memiliki unsur-unsur utama yang terdiri atas 3 bagian (Oka A. Yoeti, 2002:211) :

1. Daya tarik daerah tujuan wisata, termasuk di dalamnya citra yang dibayangkan oleh wisatawan (atraksi).

2. Fasilitas yang dimiliki daerah tujuan wisata, meliputi akomodasi, usaha pengolahan makanan, parkir, transportasi, rekreasi dan lain-lain (amenitas).

3.  Kemudahan untuk mencapai daerah tujuan wisata tersebut (akses)

Mason (2000:46) dan Poerwanto (1998:53) telah membuat rumusan tentang komponen-komponen produk wisata yaitu :

1.  Atraksi, yaitu daya tarik wisata, baik alam, budaya maupun buatan manusia,  seperti festival atau pentas seni

2.  Aksesibilitas, yaitu kemudahan untuk mencapai tempat tujuan wisata

3. Amenities yaitu fasilitas untuk memperoleh kesenangan. Dalam hal ini dapat berbentuk akomodasi, kebersihan, dan keramahtamahan (tangible and intangible products)

4.  Networking, yaitu jejaring kerja sama yang berkaitan dengan produk yang ditawarkan, baik lokal, nasional maupun internasional.

Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 (tiga) komponen yang membentuk Produk Pariwisata dan untuk semakin melengkapi kegunaan produk pariwisata tersebut bagi wisatawan, penulis tambahkan satu komponen yang lain, yaitu keramahtamahan, sehingga secara lengkap komponen produk wisata menjadi 3+ (plus), yaitu:

1.  Daya tarik wisata yang ada di destinasi pariwisata (ATTRACTION)
2.  Fasilitas dan pelayanan yang ada di destinasi pariwisata (AMENITIES)
3.  Kemudahan untuk mencapai destinasi pariwisata (ACCESSIBILITIES) 
4.  Keramahtamahan yang ditawarkan di destinasi pariwisata (HOSPITALITY) 

Komponen Produk Pariwisata

1. Daya Tarik Wisata (Attractions)

Dalam kegiatan wisata, ada pergerakan manusia dari tempat tinggalnya menuju ke destinasi pariwisata atau daerah tujuan wisata, merupakan kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan. Dengan demikian, faktor daya tarik wisata merupakan salah satu unsur yang membentuk dan menentukan suatu daerah menjadi destinasi pariwisata.

Setiap destinasi pariwisata memiliki daya tarik yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan atau potensi yang dimiliki. Di bawah ini adalah jenis daya tarik wisata yang biasanya ditampilkan di destinasi pariwisata:
   
Daya tarik wisata alam (natural tourist attractions), segala bentuk daya tarik yang dimiliki oleh alam, misalnya: laut, pantai, gunung, danau, lembah, bukit, air terjun, ngarai, sungai, hutan  Daya tarik wisata buatan manusia (man-made tourist attractions), meliputi: daya tarik wisata budaya (cultural tourist attractions), misalnya: tarian, wayang, upacara adat, lagu, upacara ritual dan daya tarik wisata yang merupakan hasil karya cipta, misalnya: bangunan seni, seni pahat, ukir, lukis.       

Daya tarik wisata memiliki kekuatan tersendiri sebagai komponen produk pariwisata karena dapat membangkitkan motivasi bagi wisatawan dan menarik wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata, hal demikian terlebih terjadi di destinasi pariwisata yang memilki daya tarik wisata yang sangat beragam dan bervariasi, seperti yang ditulis oleh Robert Christie Mill dalam buku "Tourism: The International Business" (1990): "Attractions draw people to a destination".

2. Fasilitas dan Pelayanan Wisata (Amenities) 

Di samping daya tarik wisata, wisatawan dalam melakukan kegiatan wisata juga membutuhkan adanya fasilitas yang menunjang perjalanan tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan perjalanan tersebut, perlu disediakan bermacam-macam fasilitas, mulai dari pemenuhan kebutuhan sejak berangkat dari tempat tinggal wisatawan, selama berada di destinasi pariwisata dan kembali ke tempat semula. "Attractions bring people to the destination; facilities service them when they get there. Because they are away from home, the visitor requires certain things-a place to stay, something to eat and drink" (Robert Christie Mill, 1990: 24).

Fasilitas-fasilitas untuk memenuhi kebutuhan perjalanan wisatawan tersebut muncul dalam satu kesatuan yang saling terkait dan melengkapi satu sama lain, sehingga dalam suatu perjalanan wisata, seluruh komponen yang digunakan tidak dapat dipisahkan, bergantung pada karakteristik dan bentuk perjalanan wisata yang dilakukan oleh wisatawan.

Komponen fasilitas dan pelayanan perjalanan biasanya terdiri atas unsur alat transportasi, fasilitas akomodasi, fasilitas makan dan minum serta  fasilitas penunjang lainnya yang bersifat spesifik dan disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan. Komponan ini tidak terlepas dari adanya komponen prasarana atau infrastuktur, yaitu suatu komponen yang menjamin tersedianya kelengkapan fasilitas. Fasilitas transportasi baru dapat disediakan apabila ada jaminan bahwa prasarana jalan sudah tersedia, demikian juga fasilitas telekomunikasi dapat disediakan apabila prasarana jaringan penghubung ke dan di destinasi pariwisata tersebut sudah tersedia.

3. Kemudahan untuk mencapai destinasi pariwisata (Accesibility)
  
Dalam suatu perjalanan wisata, terdapat pula faktor yang tidak kalah pentingnya dalam memengaruhi kepuasan wisatawan, yaitu faktor aksesibilitas, yang berarti kemudahan yang tersedia untuk mencapai destinasi pariwisata, yang terkadang diabaikan oleh wisatawan dalam merencanakan perjalanan wisata, sehingga secara umum dapat memengaruhi budget perjalanan tersebut. 

4. Keramahtamahan (Hospitality)

Destinasi pariwisata dapat menyebabkan munculnya perasaan wisatawan terhadap kebutuhan yang berkaitan dengan keramahtamahan melalui seseorang atau sesuatu, seperti yang ditulis oleh Robert Christie Mill: "The hospitality of an area is the general feeling of welcome that tourists receive while visiting the area. People do not want to go where the do not feel welcome" (1990)  

Karakteristik Produk Pariwisata

Secara umum, karakteristik utama produk pariwisata adalah jasa (service), dengan demikian meningkatkan mutu pelayanan jasa di bidang pariwisata berarti juga meningkatkan mutu produk pariwisata.

Produk pariwisata secara keseluruhan bersifat heterogen (tidak homogen) karena terdiri atas beragam jenis pelayanan dalam keseluruhan proses perjalanan yang dilakukan oleh wisatawan sehingga karena karakteristinya heterogen, maka cukup sulit untuk dapat mencapai atau menentukan standar mutu yang jelas.

Berdasarklan karakteristik produk pariwisata tersebut maka muncul pernyataan "selling holiday is selling dreams", sehingga penyedia produk pariwisata ditantang untuk dapat mewujudkan mimpi wisatawan menjadi kenyataan sesuai yang diharapkan oleh wisatawan sebagai pengguna produk pariwisata.

Memahami produk pariwisata secara mendalam dapat dilakukan dengan terlebih dahulu memahami karakter produk pariwisata, yaitu:

1. Tidak dapat dipindahkan
2. Tidak memerlukan perantara (middlemen) untuk mencapai kepuasan
3. Tidak dapat ditimbun atau disimpan
4. Sangat dipengaruhi oleh faktor nonekonomis
5. Tidak dapat dicoba atau dicicipi
6. Sangat bergantung pada faktor manusia
7. Memiliki tingkat resiko yang tinggi dalam hal investasi
8.Tidak memiliki standar atau ukuran yang obyektif dalam menilai mutu produk. 

RANGKUMAN  tentang INTANGIBLE PRODUCTS (LAYANAN KEPADA WISATAWAN)

Dari beberapa pengertian di atas, dapat dideskripsikan bahwa produk pariwisata merupakan FASILITAS dan PELAYANAN yang dapat dinikmati oleh wisatawan MULAI dari TEMPAT ASAL WISATAWAN, MENUJU DESTINASI PARIWISATA, SELAMA BERADA di DESTINASI PARIWISATA, SAMPAI WISATAWAN KEMBALI KE TEMPAT ASALNYA, yang ditunjang oleh keanekaragaman ATRAKSI WISATA, FASILITAS dan PELAYANAN, HARGA PRODUK, AKSESIBILITAS yang dapat MEMPERMUDAH KEGIATAN PERJALANAN WISATA.

KEPUASAN WISATAWAN YANG TERKAIT DENGAN LAYANAN

- Wisatawan yang akan berkunjung ke destinasi pariwisata menginginkan lebih dari dari sekedar informasi tentang destinasi pariwisata;
- wisatawan yang melakukan perjalanan wisata dengan pesawat terbang menginginkan lebih dari sekedar tempat duduk dan keselamatan penerbangan;
- wisatawan yang  menginap di hotel menginginkan lebih dari sekedar sebuah kamar; 
- wisatawan yang ke restoran menginginkan lebih dari sekedar hidangan;
- wisatawan yang membeli  cenderamata menginginkan lebih dari sekedar suatu produk kerajinan sebagai kenangan pengunjung terhadap destinasi pariwisata; 
- wisatawan menginginkan lebih dari sekedar menikmati keindahan alam dan kesejukan hawa segar;  
-wisatawan yang menikmati pertunjukan hiburan menginginkan  tidak hanya ruangan ber-AC;

- wisatawan yang melakukan  perjalanan wisata menginginkan lebih dari sekedar duduk di dalam bis wisata dan mendengarkan penjelasan dari pemandu wisata.

Entri yang Diunggulkan

Menjaga Keutuhan Umat

Janganlah kalian menjadi seperti orang-orang musyrik yang telah memecah belah agama mereka, yakni mengganti dan mengubahnya, serta beriman ...