Minggu, 04 Desember 2016

Strategi Pemasaran Destinasi Pariwisata

Strategi Pemasaran Destinasi Pariwisata
Seri: Pemasaran Pariwisata

Strategi pemasaran untuk memperbesar pengaruh terhadap pasar Indonesia dan internasional, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, yang didasarkan pada (a) riset pasar (gaya hidup konsumen), 
(b) pengenalan branding (a set of unique values), (c) pengembangan produk barang dan jasa yang dibutuhkan pasar, 
(d) promosi gencar melalui internet, mobile apps, digital out of home (media digital luar ruang), media sosial, print media
(e) penjualan 

Definisi Pemasaran

"Marketing is human activity directed at satisfying needs and wants through exchange processes."

Sumber: Phillip Kotler, guru besar Nortwestern University di Evertion, Amerika Serikat, di dalam bukunya Principle of Marketing, Ed. I-1980, hal. 10; ed., II-1983, hal. 6 dan ed. III-1986, hal. 4.

Dalam buku yang sama edisi IV-1989, halaman 5, telah berubah menjadi:
"Marketing is a social and managerial process by which individuals and groups obtain what they need and want through creating and exchanging product and value with others."

Batasan dari American Marketing Association (AMA), dalam buku Marketing Definitions: Glossary of Marketing Terms, Committee on Definitions, AMA, Chicago, menjadi sebagai berikut.

"Marketing is the process of planning and executing the conception, pricing and distributing of ideas, goods, and services to create exchanges that satisfy individual and organizational objectives."

Evolusi Konsep Pemasaran
Dari pasar penjual (seller's market) ke pasar pembeli (buyer's market)

1. Product orientation > product and distribution

Pada mulanya pemasaran bertumpu pada produk (product orientation). Penganut ini mengatakan bahwa setiap produk yang dihasilkan pasti akan diperlukan oleh konsumen. Ini hanya berlaku kalau barang yang diproduksi terbatas, sebelum barang diproduksi secara massal. Konsep ini hanya akan berlaku pada keadaan "Seller's Market."

2. Product concept > product quality

Sudah itu beralih pada "Product Concept" yang lebih banyak menekankan pada kualitas produk. Penganut ini mengatakan, hanya produk yang mempunyai kualitas baik saja yang akan dibeli oleh konsumen.

3. Selling concept > promotion

Sesudah itu muncul konsep baru, yaitu "Selling Concept" yang mengatakan bahwa apa saja barangnya dapat dijual asal saja barang-barang itu dipromosikan dengan gencar. Ternyata konsep ini juga tidak bertahan lama.

4. Marketing concept > needs and wants of customers.

Kemudian muncul konsep baru, yang dikenal sebagai "Marketing Concept," yang berpendapat bahwa hanya barang-barang yang diperlukan konsumen saja yang perlu diproduksi yang diharapkan dapat memberikan keuntungan

Alasannya, buat apa memproduksi suatu barang kalau barang tersebut tidak diperlukan oleh konsumen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Hati Nurani

Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman: قُلْ هُوَ الَّذِيْۤ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَ الْاَفْــئِدَةَ...