Senin, 13 Februari 2017

Pemanfaatan Kebudayaan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Jakarta, 8 Februari 2017

Sebagai bahan masukan untuk Rancangan Undang-Undang Kebudayaan

Note #1 Tugas yang diberikan kepada saya berdasarkan Kerangka Acuan Kerja adalah  pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan untuk meningkatakan kesejahteraan masyarakat melalui perindustrian, perdagangan pariwisata serta inkubasi (pengolahan menuju komodifikasi) menuju ekonomi kreatif.


Note #2  Pada tahun 2010, UNESCO menerbitkan buku berjudul the Power of Culture, yang isinya dapat disarikan sebagai berikut.

Kebudayaan adalah

Note #3 Kebudayaan, dalam semua dimensinya, adalah komponen fundamental pembangunan berkelanjutan
Kebudayaan erat kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan atau yang lebih dkenal dengan istilah sustainable develoment goals sebagai pengganti Millennium Development Goals.


Note #4 Sebagai sebuah sektor aktivitas, melalui warisan budaya benda dan takbenda, industri-industri kreatif dan berbagai bentuk ekspresi seni, kebudayaan adalah kontributor utama pembangunan ekonomi, stabilitas sosial, dan pelindungan lingkungan.

Keyword: warisan budaya, industri kreatif, ekspresi seni, kontributor utama: (a) pembangunan ekonomi, (b) stabilitas sosial, dan (c) pelindungan lingkungan

Warisan budaya benda diatur dalam Konvensi 1972 UNESCO, warisan budaya benda seperti Borobudur, Prambanan, Ratu Boko; warisan alam, misalnya Taman nasional Komodo; warisan budaya takbenda (budaya hidup), misalnya angklung, tari tradisi Bali, dsb.

Industri Kreatif merupakan bagian dari ekspresi budaya.

Kontributor Utama pembangunan ekonomi, kreatif pada tahun 2014, telah berkontribusi terhadap PDB sebesar Rp 700T, tenaga kerja sebanyak 12,4 juta orang, dan ekspor sebesar 5,8%.

Kontributor utama stabilitas sosial, sebagai perekat persatuan bangsa (kekuatan sentripetal), tetapi bila tidak dikelola dengan baik, dapat mengakibatkan disintegrasi bangsa (kekuatan sentrifugal).


Note #5 Sebagai repositori pengetahuan, makna dan nilai yang menembus seluruh aspek kehidupan kita, kebudayaan juga diartikan sebagai cara manusia hidup dan berinteraksi, baik pada skala lokal maupun global
Keyword: repositori pengetahuan, makna dan nilai, cara manusia hidup dan berinteraksi, skala lokal maupun global

Repositori pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang dipelajari dari lingkungan, yang digunakan secara selektif untuk menghadapi lingkungan. dari sinilah lahir kreativitas dan inovasi. 

Makna dan nilai merupakan esensi kebudayaan, yang diekspresikan dalam wujud perilaku dan benda budaya.

Cara manusia hidup dan berinteraksi menjelaskan bahwa manusia hidup bersama dengan orang lain.

Skala lokal maupun global, O2I (Offline/Online Interaction)


Note #6 Sebuah sumber identitas, inovasi, dan kreativitas

Keyword: 
Identitas karena kebudayaan bersifat unik  yang membedakan suatu kebudayaan dengan kebudayaan lainnya.

Inovasi karena kebudayaan digunakan secara selektif untuk menghadapi lingkungan yang selalu berubah sehingga kebudayaan mengalami pembaruan dalam wujud gagasan, metoda, dan/ atau alat, karena kalau tidak ada pembaruan lama-kelamaan kebudayaan akan mati (tidak berfungsi sebagai pranata sosial).

Pranata (sosial)  adalah sistem tingkah laku sosial yang bersifat resmi serta sistem nilai dan hukum yang mengatur tingkah laku itu, dan seluruh perlengkapannya guna memenuhi berbagai kompleks kebutuhan manusia dalam masyarakat.

Kreativitas berhubungan erat dengan daya cipta yang merupakan inti dari kebudayaan. Tanpa kreativitas kebudayaan akan mati. 


Note #7 Seperangkat fitur spiritual dan material, intelektual dan emosional yang membedakan suatu masyarakat atau kelompok sosial tertentu.

Keyword: spiritual, material, intelektual, emosional

Spiritual, berhubungan ruhani/batin;  material, berhubungan dengan benda (tangible); intelektual, berhubungan dengan kecerdasan; emosional,  berhubungan dengan perasaan.


Note #8 Sebuah jejaring makna yang kompleks, hubungan-hubungan, kepercayaan-kepercayaan, dan nilai-nilai yang menghubungkan orang-orang ke seluruh dunia.

Keyword: jejaring makna yang kompleks, hubungan-hubungan, kepercayaan-kepercayaan, nilai-nilai

Kebudayaan menghubungkan orang-orang di seluruh dunia karena memiliki kepercayaan-kepercayaan, nilai-nilai, dan makna yang disepakati bersama.


Note #9 Diperoleh melalui proses penanaman dan peningkatan kapasitas individu, terutama melalui pendidikan

Keyword: penanaman, peningkatan kapasitas individu, pendidikan

Penanaman kebudayaan secara tradisional melalui metoda transmisi budaya secara langsung dan/ atau tidak langsung melalui media.

Peningkatan kapasitas individu, tujuannya adalah pemberdayaan, menggali (bakat),  mengembangkan (potensi), membina individu, sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Caranya, melalui pendidikan, baik pendidikan informal (kelarga), formal (pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi),  dan nonformal (kursus-kursus).


Note #9 Sebuah kekuatan dinamis yang relevan untuk seluruh masyarakat, lokal atau global.

Keyword: kekuatan dinamis yang hidup di masyarakat, baik lokal maupun global.


Note #10 Dipengaruhi oleh dan juga memengaruhi pandangan-pandangan dunia dan bentuk-bentuk ekspresif.

Keyword: Kebudayaan dipengaruhi dan memengaruhi pandangan dunia, bentuk-bentuk ekspresif

Manusia saling berhubungan, terjadi proses pinjam-meminjam, tukar-menukar, tawar-menawar berbagai unsur kebudayaan, yang terlihat pada berbagai wujud ekspresi budaya. 


Note #11 Berada pada suatu waktu dan tempat tertentu. Bila kebudayaan secara abstrak adalah seperangkat konstruksi mental, yang berasal dari tempat tertentu pada momen sejarah tertentu dan biasanya lokal.

Keyword: Waktu, tempat, konstruksi mental, momen sejarah, lokal

Karena kebudayaan terikat dengan tempat dan waktu (momen sejarah), sehingga kebudayaan secara kontekstual bersifat relatif (Cultural Relativism). Konstruksi mental karena kebudayaan yang dipelajari kali pertama dalam hidup seseorang akan menjadi mentalitas yang akan terbawa sebagai kepribadian dasar orang yang bersangkutan (basic personality structure), biasanya sulit sekali berubah. 


Note #12 Sebuah sumber daya yang dapat diperbarui, jika dengan sungguh-sungguh diasuh dapat tumbuh dan berkembang

Keyword: diperbarui, diasuh, tumbuh, berkembang 

Kebudayaan adalah sumber daya yang dapat diperbarui dengan cara diasuh (nurtured) sehingga tumbuh dan berkembang.


Note #13 Bila diabaikan, kebudayaan akan mudah hilang atau rusak.

Keyword: Diabaikan, rusak, hilang

Rumusan ini sudah sangat jelas sehingga perlu sekali keberpihakan politik anggaran dalam pemajuan kebudayaan, kalau kita ingin kebudayaan tidak rusak atau hilang


Note #14 Pengertian Kebudayaan Nasional Indonesia

Kebudayaan nasional Indonesia adalah keseluruhan hasil cipta, rasa, dan karsa masyarakat Indonesia seluruhnya, yang meliputi tidak hanya seni dan sastra, tetapi juga gaya hidup, cara hidup bersama, sistem nilai, tradisi, dan kepercayaan (diadaptasi dari UNESCO, 2001)


Note #15 Pasal 32 UUD 1945

  1. Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.
  2. Negara menghormati bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional


Note #16 Pilar-pilar Utama Kebudayaan

Pilar utama pengembangan kebudayaan nasional Indonesia berpegang pada prinsip penghormatan pada hak asasi manusia, keberagaman budaya, dan pembangunan yang berkelanjutan.    


Note #17 Hak Asasi Manusia

Setiap masyarakat mempunyai hak untuk mengembangkan nilai-nilai budayanya. Nilai-nilai budaya bangsa lain yang positif dapat diadopsi dan diadaptasi untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.


Note #18 Pembentukan Karakter dan Identitas Budaya Bangsa

Nilai-nilai yang digali dari khasanah budaya bangsa yang diperkaya oleh nilai-nilai budaya yang berasal dari negara lain, dikembangkan menjadi nilai-nilai bersama, dan ditanamkan sejak usia dini melalui pendidikan informal, formal, dan nonformal.                   


Note #19 Keberagaman Kebudayaan

Masyarakat Indonesia bersifat majemuk sehingga perlu diatur ruang-ruang sosial (social spaces) yang memungkinkan setiap warga masyarakat saling belajar tentang keberagaman budaya Indonesia melalui pendidikan informal, formal dan nonformal.


Note #20 Media

Media cetak, elektronik, dan media online termasuk media sosial dilarang mendiseminasikan informasi  yang merusak sendi-sendi kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Note #21 Pemanfaatan Kebudayaan

Kebudayaan nasional Indonesia dapat dikelompokkan berdasarkan warisan budaya benda dan alam (Konvensi 1972, UNESCO), warisan budaya takbenda atau budaya hidup (Konvensi 2003, UNESCO), dan produk dan jasa budaya (Konvensi 2005, UNESCO). 

Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman (UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 2)

Pemanfaatan warisan budaya benda dan/ atau alam dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata alam dan/atau budaya (Konvensi 1972, UNESCO).

Pemanfaatan kebudayaan yang berupa budaya takbenda yang diproduksi sendiri, yang hasilnya langsung bermanfaat bagi pembuatnya, misalnya pembatik, perajin wayang, perajin senjata tradisional, perajin angklung, perajin alat-alat permainan tradisional, perajin senjata tradisional, perajin tenun tradisional dan sebagainya (Konvensi 2003, UNESCO).

Pemanfaatan kebudayaan yang berupa produk budaya, yang direproduksi secara massal (cultural industry) maupun yang diproduksi secara individual, misalnya Batik Tradisional dan Batik Iwan Tirta, Angklung Tradisional dan Angklung Udjo, Wayang Tradisional dan Wayang Ajen, Keris Tradisional dan Keris Kamardikan (buatan baru), Tari Bali Tradisional dan Tari Bali Kontemporer, Musik Tradisional dan Musik karya Dwiki Darmawan, Lukisan Klasik dan Lukisan karya Affandi, Patung Dwarapala dan Patung Garuda Wishnu karya I Nyoman Nuarta, Film Dokumenter dan Film Komersial karya Riri Reza, dan juga jasa budaya seperti: Pelatih Tari Tradisional dan Tari Kontemporer, Produser Film Dokumenter dan Komersial, Koreografer Tari Nusantara dan Kontemporer, Komposer Musik Tradisional dan Musik Pop, Pelukis Klasik dan Kontemporer, Pematung Klasik dan Kontemporer, Manajer Seni Pertunjukan Tradisional dan Kontemporer, dan sebagainya (Konvensi 2005, UNESCO

Note #22 Industri Budaya - Industri Kreatif - Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif mencakup kreativitas budaya, kreativitas ekonomi, kreativitas ilmu pengetahuan, dan kreativitas teknologi.

Note #23 UNESCO 2009 Framework for Cultural Statistics Domains

Cultural Domain, domain budaya (purely cultural), dalam FCS merupakan seperangkat ekonomi (produk barang dan jasa) dan perangkat sosial (partisipasi dalam berbagai aktivitas sosial)

Related Domain, partially cultural, sebagian terkait dengan budaya, yang terdiri atas aktivitas sosial dan ekonomi yang terkait dengan rekreasi dan bersenang-senang

Transversal Domain, lintas domain, yang mencakup pendidikan dan pelatihan, pengarsipan dan pelestarian, dan warisan budaya takbenda (budaya hidup)


Note #24 Rantai Nilai Kreatif 

Rantai nilai kreatif menghubungkan rantai pemasok dengan pembeli.

Proses (Creation to Commerce/ C2C)
Kreasi (konten, asal, ide-ide) - Produksi (produksi eksklusif, produksi massal) - Diseminasi (distribusi, partai besar, eceran) - Resepsi (tempat pertukaran hak yang akan dikonsumsi) - Dagang (pembeli barang atau pengguna jasa).

Pengarsipan dilakukan sejak dari proses kreasi sampai dagang yang bermanfaat untuk mereview kebutuhan/keinginan pasar.

Pengasuhan (nurturing/ incubation) agar tumbuh dan berkembang sebagai orang kreatif (wirausaha kreatif/ creativepreneur)

Pendukungan pendanaan (modal/ investasi) sejak dari proses kreasi sampai dagang, sejak ide-ide diwujudkan dalam konsep/ desain (pelindungan hak cipta) sebelum diproduksi, pada saat pengembangan produk menggunakan invensi teknologi dilindungi hak paten dan hak merk, bagi penanam modal atau investor yang tertarik dapat mendanai proses riset dan pengembangan produk, sehingga ketika produk/jasa tersebut dijual sudah ada yang akan membeli produk atau yang menggunakan jasanya di pasaran (customer engagement)

Note #25 Dimensi Pembangunan Ekonomi Kreatif

Dimensi Multikultur (Kebudayaan, Tenaga Kerja, Perdagangan, Teknologi, Pendidikan, dan Pariwisata)
Dimensi Kebijakan (Ekonomi, Teknologi, Kebudayaan, Kebudayaan, dan Kebijakan Sosial)
Dimensi Kebudayaan/ Nilai Kesejarahan (Antropologis/ Estetika, Etnik, Keberagaman Budaya)
Dimensi Antarwaktu (Tradisi Masa Lalu, Teknologi Masa Kini, Visi Masa Depan)
Dimensi Masyarakat yang Inklusif (Sektor Privat dan Publik, Kelas-kelas Sosial, Organisasi Nonpemerintah yang mengejar keuntungan (profit) dan Nonprofit))
Dimensi yang ada dimana-mana (Pendidikan, Kerja, Bersenang-senang, dan Hiburan)

Note #26 Industri Kreatif menurut UNCTAD

Industri Kreatif menurut UNCTAD dikelompokkan menjadi 4, yaitu 

I. Kelompok Warisan (Budaya)
  1. Kelompok Warisan (Budaya): Situs-situs Budaya (situs-situs arkeologis, museum-museum, perpustakaan-perpustakaan, pameran-pameran, dll)
  2. Ekspresi Budaya Tradisional (Seni Kerajinan, Festival, Perayaan)

II. Seni
  1. Seni Visual (lukisan, patung, fotografi, dan barang antik)
  2. Seni Pertunjukan (pertunjukan musik, teater, tari, opera, sirkus, wayang, dll)

III. Media
  1. Penerbitan dan Percetakan (buku, media massa, publikasi lainnya)
  2. Audiovisual (film, televisi, radio, dan penyiaran lainnya)
  3. Media Baru (perangkat lunak, video games, konten kreatif digital)

IV. Kreasi-kreasi Fungsional
  1. Desain (nterior, grafis, mode, perhiasan, mainan)
  2. Jasa Kreatif (arsitektur, periklanan, riset dan pengembangan kreatif, rekreasi budaya/ wisata budaya)

Note #27 Definisi (Batasan)

Industri Budaya
Activities involve mass reproduction of expressive values based on copyrights (Work Foundation, 2007)

Industri Kreatif
An industry that comes from the creativity, expertise, and talents of individuals, with the potential to create jobs and prosperity through the exploitation of IP and content (UK, Creative Industries Taskforce, 1998)

Ekonomi Kreatif
Adequately nurtured, creativity fuels culture, infuses a human-centred development and constitutes the key ingredient for job creation, innovation and trade while contributing to social inclusion, cultural diversity and environmental sustainability (source: UNCTAD, 2010)

Note #28 Penutup


Bila diabaikan, kebudayaan akan mudah hilang atau rusak. (The Power of Culture, 2010)

Entri yang Diunggulkan

Menjaga Keutuhan Umat

Janganlah kalian menjadi seperti orang-orang musyrik yang telah memecah belah agama mereka, yakni mengganti dan mengubahnya, serta beriman ...