Kamis, 22 Juni 2017

Tiga Jenis Uang

Miliarder Hong Kong "Li Ka-Shing:" Di dunia Ini ada "3 Jenis" Uang Misterius, Semakin Anda Habiskan, Semakin Banyak Anda Dapatkan!

Sehebat apakah 3 jenis uang itu?

Jenis Pertama: Uang Untuk Investasi Diri

Uang untuk belajar dan mengembangkan diri harus dikeluarkan!

Kalau hari ini Anda membuang Bill Gates ke pedalaman Afrika, dan ditinggalkan tanpa uang sepeser-pun, percayalah, dengan cepat, Bill Gates akan menjadi kaya lagi. Ini karena semua modal dia, sudah ditaruh di otaknya.

Jika otak miskin, hidup-pun akan miskin, dengan kata lain, mengeluarkan uang untuk otak sendiri, adalah investasi yang paling aman, kemana saja tidak bakal kelaparan. Meskipun Anda akan bilang, "Buat makan sehari-hari saja tidak cukup, banyak utang, mana ada uang untuk belajar lagi? Lagi pula, sudah belajar pun tidak langsung kelihatan hasilnya!"

Orang semacam ini selamanya tidak bakal menginvestasikan uangnya di otak sendiri.
Sebenarnya, jika Anda benar-benar miskin, otak adalah aset terbesar Anda untuk kembali bangkit. Itulah mengapa Anda harus benar-benar berinvestasi di sini.

Kita melihat banyak orang yang berjuang hanya untuk memenuhi kebutuhan, seluruh hidup mereka dihabiskan untuk mengisi lubang hitam besar yang tidak akan pernah penuh. Hal ini karena mereka tidak mampu melangkah mundur dan melihat bahwa kesulitan hidup mereka sebenarnya karena ketidakmampuan mereka untuk belajar dan mencari terobosan untuk berkembang.

Orang yang pintar akan mengerti bagaimana belajar melalui pengalaman orang lain, dan menghindari kesalahan yang sama.

Jadi, untuk belajar dan mengembangkan diri, harus rela menghabiskan uang, bahkan sampai meminjam uang sekalipun! Karena dia pasti akan memiliki banyak jalan untuk mengembalikannya.

Jadi, jika Anda menghadapi kesulitan, ingatlah! Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Kapan saja bisa dimulai! Mungkin banyak yang bilang tidak punya uang. Sebenarnya, orang semacam ini pasti sudah tidak sedikit membuang uang secara sia-sia. Kalau memang ingin berubah, tetapi untuk biaya pendidikan saja pelit, bagaimana Anda punya kemampuan yang cukup untuk menghadapi kesulitan?

Orang yang bijak, harus memahami hal ini.

Jenis Kedua: Uang Untuk Berbakti

Uang untuk berbakti kepada orang tua harus dikeluarkan. Mungkin banyak yang berpikir, buat diri sendiri saja sudah tidak cukup, bahkan masih banyak utang, bagaimana bisa secara rutin memberikan uang kepada orang tua? Ada juga yang bilang, di rumah tidak kekurangan uang, papa dan mama punya cukup uang, tidak perlu memberikan uang kepada orang tua! Tidak peduli bagaimana keadaan ekonomi orang tua Anda, uang untuk berbakti kepada orang tua harus diberikan secara rutin. Semiskin apapun, sebulan sekali harus menyisihkan uang untuk orang tua!

Semiskin apapun orang tua Anda, dia tetap membesarkan Anda. Coba pikir, apakah karena banyaknya utang, tidak cukup uang, lalu orang tua Anda akan meninggalkan Anda? Semiskin apapun, mereka pasti tetap akan membesarkan Anda, iya kan? Jadi, kalau sekarang Anda mengembalikannya, itu memang sebuah keharusan. Bagaimana bisa, hanya ketika punya uang baru memberi, dan saat tidak punya uang tidak memberi?

Sebenarnya, mungkin Anda tidak tahu, berbakti kepada orang tua itu ibarat sebuah "restu alami." Relasi yang baik dengan orang tua akan meningkatkan kekuatan restu. Seseorang kalau tidak memiliki restu, seumur hidup tidak akan lancar dalam mengerjakan apapun.

Berbakti kepada orang tua, juga sekaligus untuk diri sendiri. Jadi, jika dilihat dari sudut pandang lain, uang untuk berbakti kepada orang tua, bukan saja hanya untuk kebaikan orang tua, tetapi juga untuk diri sendiri!

Kalau tidak percaya, coba lihat orang di sekitarmu, lihat orang-orang yang sudah 24 kali berganti pekerjaan, apakah hidup mereka sudah berbakti kepads orang tua? Orang yang dari muda mengerjakan sesuatu sering gagal, hidup tidak lancar, relasi dengan orang tua pasti ada masalah.

Menurut data yang ada, 500 pengusaha tersukses di dunia adalah orang-orang yang berbakti kepada orang tua. Jadi, ingatlah! Semiskin apapun Anda, uang untuk berbakti kepada orang tua tidak boleh dihemat!

Jenis Ketiga: Uang Untuk Beramal

Asal ada uang lebih, donasikanlah uang itu. Di dunia ini, selamanya pasti ada orang yang lebih atau kurang beruntung dari kita. Karenanya, peliharalah kebiasaan beramal.

Jika Anda memiliki tanggungan, sisihkanlah 2% dari pendapatan Anda untuk didonasikan. Jika, tidak ada tanggungan, berilah 5% dari pendapatan Anda untuk didonasikan.

Uang itu harus berputar, jangan membuat uang hanya berhenti di dirimu sendiri, berikanlah kepada orang yang pernah membantu Anda.

Jika Anda adalah Bos, ingatlah bahwa keberhasilan hari ini merupakan buah dari kerja sama seluruh karyawan Anda. Memberikan bonus kepada mereka adalah hal yang seharusnya.

Dan amal terbesar adalah ketika Anda melakukan pekerjaan yang baik dengan rasa syukur. Amal besar lainnya adalah senyuman dan kesabaranmu terhadap orang yang menyaktimu.

Bagaimana menurut Anda?

Disadur dari http://www.cerpen.co.id/post_140292.html

Rabu, 21 Juni 2017

Menggapai surga

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Gapailah surga dengan kesungguhanmu, dan larilah dari siksa neraka dengan kesungguhanmu. Sesungguhnya surga itu tidak pernah tidur bagi siapapun yang bersungguh-sungguh mencarinya. Neraka juga tidak pernah tidur bagi setiap orang yang ingin lari dari siksa neraka.
Dan sesungguhnya surga itu dikelilingi oleh sesuatu yang kita benci, sedangkan neraka dikelilingi oleh segala kenikmatan dan syahwat."

Diceritakan Nabi Musa alaihi sallam bermunajat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, lalu beliau bertanya: ”Wahai Tuhanku, Kau ciptakan makhluk dan juga kenikmatannya. Kau beri mereka rezeki, Kau ciptakan kiamat, dan ada surga juga neraka.

Kenapa tidak semuanya Kau masukkan ke dalam surga saja?.

Kemudian Allah menjawab:

”Wahai Musa, bangkit dan tanamlah padi, kemudian sirami setelah itu panenlah.”

Lalu akhirnya Nabi Musa mulai menanam dan menyirami padi hingga masuk masa panen.

Setelah masuk masa panen, Allah Subhanahu wa ta'ala bertanya kepada Nabi Musa alaihi sallam:

”Wahai Musa bagaimana hasil panennya?”

Nabi Musa pun menjawab: ”Wahai Tuhanku semua padi telah saya panen.”

Lalu Allah Subhanahu wa ta'ala kembali bertanya: ”Adakah di antara padi-padi yang kau panen itu kau tinggalkan?

Kemudian Nabi Musa menjawab:

”Tidak ada satupun yang kami tinggalkan kecuali beberapa padi yang memang tidak ada isinya.”

Lalu Allah pun menjawab: ”Begitu pula Aku wahai Musa, Aku tidak akan pernah memasukkan ke dalam surga orang-orang yang tidak ada isinya.”

Ukuran sukses di dunia, terbalik dengan ukuran di akhirat.

Allah menilai hamba-Nya dari proses, bukan dari hasilnya karena tidak ada satu orang pun yang tahu apakah usaha seseorang itu akan berhasil atau tidak. Keberhasilan/ kesuksesan sesungguhnya, termasuk kegagalan/ musibah, semua itu dapat terjadi atas izin Allah. Bukan karena otaknya yang pintar, melainkan karena Allah ridha dengan usahanya.

Apakah seorang dokter dapat memastikan bahwa obatnya akan menyembuhkan penyakit yang diderita pasien?

Penyakit itu sembuh bukan karena obat, tetapi atas izin Allah. Kita hanya berikhtiar/ berusaha untuk memperoleh kesembuhan.

"Penyakit itu untuk membersihkan dosa-dosa, insyaa Allah."

Padi yang berisi itu akan merunduk (rendah hati), tetapi padi yang kosong akan terlihat berdiri tegak (sombong).

Seseorang yang berilmu (pengetahuan atau agama) semakin menyadari bahwa dia hanya mengetahui sebagian kecil dari ilmu Allah yang meliputi seluruh alam semesta beserta isinya. Oleh karena itu, orang yang berilmu akan berhati-hati dan bijaksana dalam lisan dan tindakannya. Tetapi, orang yang sombong akan semakin sombong dengan keberhasilan yang diraihnya, padahal itu hanyalah istidraj (pemberian nikmat kepada orang-orang yang melampaui batas sampai Allah kemudian menarik nikmat-nikmat itu dengan azab yang tidak terduga), apakah orang itu akan bertobat atau terkena azab akibat dari perbuatannya sendiri.

Mengapa konteks lebih penting daripada isinya?

"Dalam dunia media, asumsi tersebut diyakini kebenarannya. Konteks erat kaitannya dengan persepsi, sedangkan isi (content) dapat diubah menurut persepsi."

Bagaimana cara mengubah persepsi?

Satu di antara cara yang sering digunakan adalah melalui iklan. Kita dapat melihat kenyataan dengan persepsi yang berbeda-beda. Iklan bertujuan mengubah persepsi seseorang terhadap isi. Iklan akan membujuk kita dari berbagai media cetak, radio, televisi, media luar ruang, website dan media sosial sehingga pada mulanya tidak tahu/ tidak mau kemudian tahu/ mau memakai/ membeli sesuatu yang pada awalnya tidak kita butuhkan, tetapi karena iklan, akhirnya kita tahu/ mau memakai/ membeli produk (barang/ jasa) yang ditawarkan setelah kita melihat dan/ atau mendengar iklan secara terus menerus di media.

"Ingat bujukan setan ketika membisikkan Adam alaihi sallam agar dapat hidup abadi di surga, padahal Allah melarang mendekati pohon itu. Tetapi, karena setan terus menerus menggoda Adam alaihi sallam, akhirnya Adam tergoda dan terperangkap dalam bujukan setan dan melanggar perinah Allah Subhanahu wa ta'ala."

Kisah di atas yang menyebabkan ahli pemasaran dunia, Philip Kotler, menyebutkan bahwa ahli pemasaran yang pertama adalah setan.

Sebelum kita mengenal iklan atau media. Isi lebih penting daripada persepsi.

Mengapa demikian?

Karena isi adalah bahasa alamiah yang dimiliki oleh setiap orang. Isi adalah kebutuhan setiap orang. Misalnya, pada saat kita lapar, hal pertama yang kita butuhkan adalah makan atau minum. Tetapi, pada saat kita akan memenuhi kebutuhan makan atau minum, kita akan memilih makanan atau minuman apa yang kita butuhkan.

Di sinilah iklan memainkan peranan penting.

Apakah Anda akan memilih makanan atau minuman berdasarkan kebutuhan atau keinginan? Kalau kita memilih makanan dan/ atau minuman berdasarkan kebutuhan, kita termasuk orang yang lebih mengutamakan isi daripada persepsi. Demikian juga sebaliknya, kalau kita memilih makanan atau minuman berdasarkan keinginan, berarti kita termasuk orang yang lebih mengutamakan persepsi daripada isi.

Karakter manusia yang lebih mengutamakan isi atau persepsi berbeda. Manusia yang lebih mengutamakan isi akan memenuhi kebutuhannya sekedar cukup untuk hidup, tidak berlebih-lebihan, dan hidupnya sederhana. Sebaliknya, manusia yang lebih mengutamakan persepsi akan mengejar keinginan yang tidak terbatas. Semakin banyak iklan yang dilihat dan/ atau didengar, semakin banyak keinginannya, hidupnya tidak pernah puas mengejar kesenangan hidup di dunia, seperti orang yang kecanduan.

Mengapa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam hidupnya sangat sederhana?

Bagaimana dengan Abu Bakar radhiallahu anhu, dari orang terkaya sampai menjadi orang yang semua urusan hidupnya diserahkan kepada Allah dan rasul Nya. Demikian juga Khadijah radhiallahu anha, dari seorang perempuan yang kaya raya di Makkah, di akhir hayatnya, hidupnya sangat sederhana, bahkan tulangnya pun diikhlaskan untuk menegakkan agama Allah.



Semoga kita dapat mengambil hikmahnya.

Kamis, 15 Juni 2017

Wong Pinter

Wong Pinter I Orang Pintar      

"Ora kabeh wong pinter kuwi bener…
Ora kabeh wong bener kuwi pinter…
Akeh wong pinter ning ora bener…
Lan akeh wong bener senajan ora pinter…
Nanging tinimbang dadi wong pinter ning ora bener…
Luwih becik dadi wong bener senajan ora pinter…
Ana sing luwih prayoga yo kuwi dadi wong pinter sing tansah tumindak bener.

Tidak semua orang pintar itu benar ...
Tidak semua orang yang benar itu pintar ...
Banyak orang pintar, tetapi tidak benar ...
Dan banyak orang benar, tetapi tidak pintar ...
Namun daripada menjadi orang pintar, tetapi tidak benar ...
Lebih baik menjadi orang benar, tetapi tidak pintar ...
Ada yang lebih baik, itulah yang membuat dirinya pintar, yang selalu perilakunya benar.

Minterno wong bener kuwi luwih gampang tinimbang mbenerake wong pinter…
Mbenerake wong pinter kuwi mbutuhake beninge ati, lan jembare dodho...        

Memperbaiki akhlak orang yang benar lebih mudah daripada memperbaiki akhlak orang yang pintar ...
Memperbaiki orang yang pintar membutuhkan hati yang bersih dan dada yang lapang (sabar).

Selamat menunaikan rangkaian ibadah shaum 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Semoga Allah membebaskan kita dari siksa api neraka dan menerima semua amal ibadah kita di bulan Ramadan serta mendapatkan malam lailatul qadar, Aamiin ya Mujibassailin.

Meneruskan nasihat simbah ... (orang-orang tua dulu)

Rabu, 14 Juni 2017

Segelas Madu

Suatu ketika mobil pengangkut madu tiba di sebuah toko. Banyak orang datang berebut untuk membelinya. Terjadilah antrian panjang di toko si Pedagang Madu.

Tibalah giliran seorang perempuan tua miskin, dengan tangan gemetar, ia menyodorkan gelas yang dibawanya kepada si Pedagang Madu.

"Aku tidak mampu membeli madumu. Sudilah engkau bersedekah untukku dengan segelas madu saja," katanya dengan wajah tertunduk.

"Tidak," jawab si Pedagang Madu dengan tegas, "Aku tidak bisa memberimu segelas madu," tambahnya lagi. Tapi ia menyuruh pembantunya untuk membawa segentong madu dan mengantarkannya ke rumah wanita tua itu, yang menerima dengan mata terbelalak tidak percaya. Air mata bahagia mengalir deras di pipinya yang keriput. "Alhamdulillah," katanya.

Seorang laki-laki pembeli yang antri di belakang wanita tua bertanya kepada si Pedagang Madu: "Tuan, yang diminta wanita itu cuma segelas madu. Mengapa engkau malah memberinya segentong madu?

Si Pedagang Madu menjawab, "Ia meminta sesuai kebutuhannya, aku memberi sesuai kemampuanku. Aku mengerjakan itu karena begitulah keadaanku di hadapan Tuhanku selama ini. Setiap kali aku meminta kepadaNya apa yang kuinginkan,  Ia selalu memberiku berdasarkan keinginanNya. Dan pemberianNya bukan sekadar cukup, melainkan selalu lebih dari cukup."

Saudaraku, hanya Dialah yang lebih tahu apakah kita bersedekah karena Nya atau mengharapkan pujian dari manusia. Kalau kita bersedekah karena mengharapkan pujian dari manusia, kita akan mendapatkannya di dunia ini, tetapi kalau kita bersedekah karena Nya, Dia yang akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Wallahu a'lam bishshawwab.

Pesan ini dikirim dari seorang sahabat.

Senin, 12 Juni 2017

Kanker Stadium 4 Kalah

Ternyata Kanker Stadium 4 Bisa Kalah dengan Soda Kue, Begini Cara Bikinnya

Minggu, 11 Juni 2017 20:24 WIB

Soda Kue | Kompasiana

Grid.ID-Kanker menjadi penyakit yang begitu menakutkan.

Selain biaya pengobatan yang mahal, rasa sakit yang luar biasa akan dialami penderitanya.

Padahal itu belum tentu berhasil.

Kemarin dan hari ini, kabar kematian Jupe yang meninggal akibat kanker serviks begitu menyita perhatian sebagian besar masyarakat.

Minggu sebelumnya, artis yana Zein juga meninggal setelah berjuang mengatasi kankernya dengan berobat hingga ke negeri Tiongkok.

Biaya yang sangat mahal, penderitaan selama pengobatan, dan tekanan psikologis benar-benar membuat penderita dan keluarganya menderita.

Sementara di luar negeri, ada seorang pria yang berhasil mengalahkan kanker yang diderita hanya dengan soda kue.

Ya, soda kue yang biasa dipakai ibu-ibu untuk membuat kue di dapur itu.

Pria bernama Vernon di Amerika Serikat itu, menunjukkan bagaimana ia membuat ramuan soda kue yang dicampur dengan molasses atau sirup maple.

Vernon terserang kanker prostat stadium 4 yang sudah menjalar sampai ke tulang.

Jadi, dia menderita dua kanker sekaligus, kanker prostat dan kanker tulang.

Putranya yang bernama Jai, memberi ide agar ia mencoba konsumsi soda kue karena bahan ini membuat tubuh yang bersifat asam dapat berubah menjadi basa atau alkalis.

Soda kue obat kanker

Sel kanker tidak betah menetap pada organ tubuh yang bersifat basa.

Ternyata zat-zat berkhasiat pada soda kue mampu membasmi sel-sel kanker.

Banyak orang terpesona mendengar kisah sukses Vernon menyembuhkan sakit kanker stadium 4.

Karena di Indonesia molasses atau sirup maple sulit didapat, maka bisa diganti dengan madu.

Dari penjelasan Vernon di videonya, dan dengan mengganti molasse atau sirup maple dengan madu, maka pembuatan resep Vernon dapat diringkas sebagai berikut.

Alat dan bahan yang perlu disiapkan:

- Kompor
- Air 1 cangkir
- Soda kue : 2 Sendok teh
- Madu :  2 Sendok teh

Langkah membuat :

1. Siapkan panci di atas kompor.
2. Masukkan air 1 cangkir, lalu nyalakan kompor.
3. Masukkan soda kue 2 sendok teh, lalu aduklah.
4. Masukkan madu 2 sendok teh, lalu aduklah sampai rata.

Memasak ramuan ini singkat saja, tidak perlu lama.

Matikan api.

5. Tuang ramuan ini ke dalam gelas.

Biarkan sampai agak dingin, lalu minumlah.

Minumlah 1 kali sehari.

Lalu tingkatkan 2 kali sehari sampai hari ke-10.

Dan akhirnya 3 kali sehari pada hari selanjutnya.

Waktu mencoba ramuan ciptaannya ini, ia merasa sakit kepala dan keringat pada malam hari.

Gejala pada tiap orang itu berbeda-beda sesuai dengan daya tanggap tubuh dan kondisi kesehatan tiap orang.

Menurut Vernon, Anda bisa saja minum ramuan tanpa dimasak atau dimasak.

Dosis dan frekuensi minum per hari juga dapat anda sesuaikan dengan reaksi tubuh anda.

Tidak perlu bahwa tubuh anda itu harus selalu bersifat basa atau alkalis.

Tubuh yang bersifat asam pun diperlukan untuk memproses makanan di lambung.

Untuk itu, minumlah ramuan ini 2 jam sebelum atau sesudah makan.

Menurut Vernon, penderita kanker sudah saatnya memakai resep ini, karena sangat ampuh dalam membunuh semua jenis kanker di dalam tubuh kita.

Salah seorang penonton videonya sudah menerapkan pengobatan kanker dengan soda kue ini, dan berhasil.

Akun  DilDaar S mengatakan, "Bill Otinger, saya berterima kasih untuk video Anda.

"Saya meminum larutan soda kue selama sekitar 6 minggu"

"Hanya baking soda murni, 2 kali sehari, 4 gram dengan 250 ml air.

"Hal ini mengurangi kadar PSA saya dari 15,7 menjadi 10,9."

PSA atau antigen spesifik prostat adalah protein yang diproduksi oleh sel-sel di kelenjar prostat. Kadar PSA yang tinggi biasanya langsung dikaitkan dengan adanya kanker kelenjar prostat.

"Jadi sekarang tidak perlu perawatan seperti radiasi terapi."

"Saya akan terus menggunakannya karena saya mengerti hal itu bisa membunuh sel kanker meski bukan penyebabnya."

"Saya menderita kanker prostat berisiko sedang, skor Gleason 6.

"PSA saya meningkat dari 9,2 menjadi 15,7 dalam 4 bulan terakhir, sebelumnya 6.7 sampai 9.2 dalam 1 tahun. (Saya berumur 72).

"Sekali lagi terima kasih saya yang tulus, semoga kesehatan dan kebahagiaan  bersama Anda." (*)

Penjelasan yang lebih detail silakan kunjungi:
www.phkillscancer.com

Sumber: www.grid.id

Senin, 05 Juni 2017

Multikulturalisme dan Pluralisme

POSTED ON 5 OCTOBER, 2010

Multikulturalisme merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keberagaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut, sedangkan pluralisme merupakan satu di antara ciri khas masyarakat modern dan kelompok sosial yang paling penting, dan mungkin merupakan pengemudi utama kemajuan dalam ilmu pengetahuan, masyarakat, dan perkembangan ekonomi.

A. Pengertian Multikulturalisme dan Pluralisme

Multikulturalisme adalah sebuah filosofi yang juga terkadang ditafsirkan sebagai ideologi yang menghendaki adanya persatuan dari berbagai kelompok kebudayaan dengan hak dan status sosial politik yang sama dalam masyarakat modern.

Istilah multikultural juga sering digunakan untuk menggambarkan kesatuan berbagai etnis masyarakat yang berbeda dalam suatu negara.

Multikulturalisme berasal dari dua kata, multi (banyak/ beragam) dan kultural (budaya atau kebudayaan), yang secara etimologi berarti keberagaman budaya. Budaya yang mesti dipahami, adalah bukan budaya dalam arti sempit, melainkan mesti dipahami sebagai semua bagian manusia terhadap kehidupannya yang kemudian akan melahirkan banyak wajah, seperti sejarah, pemikiran, budaya verbal, bahasa, dan lain-lain.

Istilah multikulturalisme dengan cepat berkembang sebagai objek perdebatan yang menarik untuk dikaji dan didiskusikan karena memperdebatkan keberagaman etnis dan budaya, serta penerimaan kaum imigran di suatu negara, yang pada awalnya hanya dikenal dengan istilah pluralisme yang mengacu pada keberagaman etnis dan budaya dalam suatu daerah atau negara.

Baru pada sekitar pertengahan abad ke-20, mulai berkembang istilah multikulturalisme. Istilah ini setidaknya memiliki tiga unsur, yaitu: budaya, keberagaman budaya, dan cara khusus untuk mengantisipasi keanekaragaman budaya tersebut.

Secara umum, masyarakat modern terdiri atas berbagai kelompok manusia yang memiliki status budaya dan politik yang sama.

Kesadaran akan adanya keberagaman budaya disebut sebagai kehidupan multikultural. Kesadaran akan adanya keberagaman mesti ditingkatkan lagi menjadi apresiasi dan ditanggapi secara positif. Pemahaman ini yang disebut sebagai multikulturalisme.

Multikulturalisme bertujuan untuk kerja sama, kesederajatan dan mengapresiasi dalam dunia yang kian kompleks dan tidak monokultur lagi.

Multikulturalisme adalah sebuah ideologi dan sebuah alat untuk meningkatkan derajat manusia dan kemanusiaannya. Untuk dapat memahami multikulturalisme diperlukan landasan pengetahuan yang berupa bangunan konsep-konsep yang relevan dan mendukung keberadaan serta berfungsinya multikulturalisme dalam kehidupan manusia. Berbagai konsep yang relevan dengan multikulturalisme antara lain adalah demokrasi, keadilan dan hukum, nilai-nilai budaya dan etos, kebersamaan dalam perbedaan yang sederajat, suku bangsa, kesukubangsaan, kebudayaan sukubangsa, keyakinan keagamaan, ungkapan-ungkapan budaya, domain privat dan publik, HAM (Hak Asasi Manusia), hak budaya komunitas, dan konsep-konsep lainnya yang relevan.

Multikulturalisme ini akan menjadi acuan utama bagi terwujudnya masyarakat multikultural, karena multikulturalisme sebagai sebuah ideologi akan mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan, baik secara individual maupun secara kebudayaan. Dalam model multikulturalisme ini, sebuah masyarakat (termasuk juga masyarakat Indonesia) mempunyai sebuah kebudayaan yang berlaku umum dalam masyarakat tersebut yang coraknya seperti sebuah mozaik. Di dalam mozaik tercakup semua kebudayaan dari masyarakat-masyarakat yang lebih kecil yang membentuk terwujudnya masyarakat yang lebih besar, yang mempunyai kebudayaan seperti sebuah mozaik. Dengan demikian, multikulturalisme diperlukan dalam bentuk tata kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis meskipun terdiri atas beraneka ragam latar belakang kebudayaan.

Konsep multikulturalisme tidak dapat disamakan dengan konsep keanekaragaman secara suku bangsa atau kebudayaan suku bangsa yang menjadi ciri masyarakat majemuk, karena multikulturalisme menekankan keanekaragaman kebudayaan dalam kesederajatan. Ulasan mengenai multikulturalisme mau tidak mau akan mengulas berbagai permasalahan yang mendukung ideologi ini, yaitu politik dan demokrasi, keadilan dan penegakan hukum, kesempatan kerja dan berusaha, HAM, hak budaya komuniti dan golongan minoritas, prinsip-prinsip etika dan moral, dan tingkat serta mutu produktivitas.

Ulasan mengenai pluralisme adalah sebuah kerangka yang di dalamnya ada interaksi beberapa kelompok-kelompok yang menunjukkan rasa saling menghormati dan toleransi satu sama lain. Mereka hidup bersama (koeksistensi) serta membuahkan hasil tanpa konflik asimilasi. Sebenarnya berbicara tentang konsep pluralisme, sama halnya membicarakan tentang sebuah konsep ‘kemajemukan atau keberagaman,” dimana jika kita kembali pada arti pluralisme itu sendiri bahwa pluralisme itu merupakan suatu “kondisi masyarakat yang majemuk.” Kemajemukan di sini dapat berarti kemajemukan dalam beragama, sosial, dan budaya. namun yang sering menjadi isu terhangat berada pada kemajemukan beragama. Pada prinsipnya, konsep pluralisme ini timbul setelah adanya konsep toleransi. Jadi, ketika setiap individu mengaplikasikan konsep toleransi terhadap individu lainnya, lahirlah pluralisme itu. Dalam konsep pluralisme-lah bangsa Indonesia yang beraneka ragam ini mulai dari suku, agama, ras, dan golongan dapat menjadi bangsa yang satu dan utuh.

Pluralisme sering diartikan sebagai paham yang mentoleransi adanya ragam pemikiran, agama, kebudayaan, peradaban dan lain-lain. Kemunculan ide pluralisme didasarkan pada sebuah keinginan untuk melenyapkan ‘klaim kebenaran’ (truth claim) yang dianggap menjadi pemicu munculnya sikap ekstrem, radikal, perang atas nama agama, konflik horisontal, serta penindasan atas nama agama. Menurut kaum pluralis, konflik dan kekerasan dengan mengatasnamakan agama baru sirna, jika masing-masing agama tidak lagi menganggap agamanya yang paling benar.

Lahirnya gagasan mengenai pluralisme (agama) sesungguhnya didasarkan pada sejumlah faktor. Dua di antaranya adalah: Pertama, adanya keyakinan masing-masing pemeluk agama bahwa konsep ketuhanannyalah yang paling benar dan agamanyalah yang menjadi jalan keselamatan. Masing-masing pemeluk agama juga meyakini bahwa merekalah umat pilihan. Menurut kaum pluralis, keyakinan-keyakinan inilah yang sering memicu terjadinya kerenggangan, perpecahan bahkan konflik antarpemeluk agama. Karena itu, menurut mereka, diperlukan gagasan pluralisme sehingga agama tidak lagi berwajah eksklusif dan berpotensi memicu konflik. Kedua, faktor kepentingan ideologis dari Kapitalisme untuk melanggengkan dominasinya di dunia. Selain isu-isu demokrasi, hak asasi manusia dan kebebasan serta perdamaian dunia, pluralisme agama adalah sebuah gagasan yang terus disuarakan Kapitalisme global untuk menghalangi kebangkitan Islam (red).

Dalam sebuah masyarakat otoriter atau oligarkis, ada konsentrasi kekuasaan politik dan keputusan yang dibuat oleh hanya sedikit anggota. Sebaliknya, dalam masyarakat pluralistis, kekuasaan dan penentuan keputusan (dan kemilikan kekuasaan) lebih tersebar. Dipercayai bahwa hal ini menghasilkan partisipasi yang lebih tersebar luas dan menghasilkan partisipasi yang lebih luas dan komitmen dari anggota masyarakat. Oleh karena itu, hasilnya akan lebih baik. Contoh kelompok-kelompok dan situasi-situasi yang menerapkan pluralisme, yaitu perusahaan, badan-badan politik dan ekonomi, dan perhimpunan ilmiah.

Pluralisme dalam proses ilmiah adalah faktor utama yang menyebabkan pertumbuhan ilmu pengetahuan. Pada gilirannya, dapat meningkatkan kesejahteraan yang lebih manusiawi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan perkembangan teknologi kedokteran yang lebih baik (red). Pluralisme juga menunjukkan hak-hak individu dalam memutuskan kebenaran
universalnya masing-masing.

B. Multikulturalisme dan Pluralisme dalam Undang-Undang di Indonesia

Model multikulturalisme sebenarnya telah digunakan sebagai acuan oleh para pendiri bangsa Indonesia dalam mendesain apa yang dinamakan sebagai kebudayaan bangsa, sebagaimana yang terungkap dalam penjelasan Pasal 32 UUD 1945, yang berbunyi “Kebudayaan bangsa (Indonesia) adalah puncak-puncak kebudayaan di daerah.”

Banyak undang-undang dan konstitusi di Indonesia yang mengatur tentang multikulturalisme dan pluralisme di Indonesia, misalnya Pasal 18 B ayat 2 yang berbunyi “Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang.” Ada juga Pasal 32 ayat 1 yang berbunyi “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya”.

Dalam keanekaragaman dan kejamakan (kemajemukan-red) bangsa Indonesia, negara melalui Undang-Undang telah menjamin hak-hak yang sama kepada seluruh rakyat Indonesia.

C. Multikulturalisme dan Pluralisme di Indonesia

Menurut sebagian tokoh di negara kita, multikulturalisme dan pluralisme yang ditangkap dan diterapkan di negara kita memiliki pemahaman dan aplikasi yang berbeda-beda pada setiap individunya. Menurut Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Adian Husaini, paham multikulturalisme dan pluralisme merupakan paham yang memberikan keadilan pada setiap orang yang berbudaya. Adian berpendapat bahwa multikulturalisme dan pluralisme yang difatwakan oleh MUI adalah salah. MUI menjabarkan definisinya dengan tidak boleh meyakini atau membenarkan bahkan melepaskan keyakinan agama. Adian tidak sependapat dengan fatwa yang dikeluarkan MUI ini karena menurutnya paham ini membenarkan seluruh agama, tidak mengklaim agamanya yang paling benar.

Mantan Menteri Pendidikan Nasional kita, Malik Fajar, juga memiliki pendapatnya sendiri tentang paham multikulturalisme dan pluralisme di Indonesia. Malik Fajar  pernah mengatakan pentingnya pendidikan multikulturalisme di Indonesia. Menurutnya, pendidikan multikulturalisme perlu ditumbuhkembangkan karena potensi yang dimiliki Indonesia secara kultural, tradisi, dan lingkungan geografi serta demografis sangat luar biasa. Karena itu, di Indonesia perlu dikembangkan multikulturalisme dan pluralisme yang lurus dan seimbang agar tidak terjadi perbedaan persepsi dalam masyarakatnya.

Lain lagi dengan pendapat Mantan Presiden Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal sebagai Gus Dur, saat ini menurutnya pluralisme sedang berada di tengah cobaan, banyaknya kejadian yang menjadi penghalang dalam kebersamaan, sehingga pluralisme perlu untuk dirawat. Gus Dur menyatakan menyatakan perlunya merawat kemajemukan dalam bernegara untuk memperkuat ikatan nasionalisme Indonesia yang sangat jamak. Beliau juga menilai, selama ini negara tidak mampu bertindak secara tegas terhadap para kelompok antimultikultural dan antipluralis yang melanggar hukum. Negara seolah membiarkan kesalahpahaman tentang makna multikulturalisme dan pluralisme di Indonesia terus berlanjut yang bahkan dapat menjurus ke perpecahan.

Multikulturalisme mempunyai peran yang besar dalam pembangunan bangsa. Indonesia sebagai suatu negara yang berdiri di atas keanekaragaman kebudayaan merasakan pentingnya multikulturalisme dalam pembangunan bangsa. Dengan multikulturalisme ini maka prinsip “Bhineka Tunggal Ika” seperti yang tercantum dalam dasar negara akan terwujud. Keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia akan menjadi inspirasi dan potensi bagi pembangunan bangsa sehingga cita-cita untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 dapat tercapai.

Kesadaran multikultur sebenarnya sudah muncul sejak Negara Republik Indonesia terbentuk. Pada masa Orde Baru, kesadaran tersebut dipendam atas nama kesatuan dan persatuan. Paham monokulturalisme kemudian ditekankan. Akibatnya sampai saat ini, wawasan multikulturalisme bangsa Indonesia masih sangat rendah. Ada juga pemahaman yang memandang multikultur sebagai eksklusivitas. Multikultur justru disalahartikan yang mempertegas batas identitas antarindividu. Bahkan ada yang juga mempersoalkan masalah asli atau tidak asli.

Multikultur baru muncul pada tahun 1980-an yang awalnya mengkritik penerapan demokrasi. Pada penerapannya, demokrasi ternyata hanya berlaku pada kelompok tertentu. Wacana demokrasi itu ternyata bertentangan dengan perbedaan-perbedaan dalam masyarakat. Cita-cita reformasi untuk membangun Indonesia Baru harus dilakukan dengan cara membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan kehidupan yang dibangun oleh Orde Baru.

Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural adalah multikulturalisme, yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan, baik secara individual maupun secara kebudayaan. Dalam model multikulturalisme ini, sebuah masyarakat dilihat sebagai mempunyai sebuah kebudayaan yang berlaku umum dalam masyarakat tersebut yang coraknya seperti sebuah mozaik. Di dalam mozaik tercakup semua kebudayaan dari masyarakat-masyarakat yang lebih kecil yang membentuk terwujudnya masyarakat yang lebih besar, yang mempunyai kebudayaan yang seperti sebuah mozaik tersebut.

Kemudian sebuah ideologi yang diharapkan mampu menjadi jalan tengah sekaligus jembatan yang menjembatani terjadinya perbedaan dalam negara Indonesia, yaitu Pancasila, yang seharusnya mampu mengakomodasi seluruh kepentingan kelompok sosial yang multikultural, multietnis, dan agama ini. Termasuk dalam hal ini Pancasila haruslah terbuka. Harus memberikan ruang terhadap berkembangnya ideologi sosial politik yang pluralistik.

Pancasila adalah ideologi terbuka dan tidak boleh mereduksi pluralitas ideologi sosial-politik, etnis dan budaya. Melalui Pancasila seharusnya bisa ditemukan sesuatu sintesis harmonis antara pluralitas agama, multikultural, kemajemukan etnis budaya, serta ideologi sosial politik, agar terhindar dari segala bentuk konflik yang hanya akan menjatuhkan martabat kemanusiaan itu.

Upaya-upaya untuk mewujudkan kehidupan Indonesia yang lebih baik dari sebelumnya dapat dilakukan dengan menerapkan sikap-sikap sebagai berikut.

a. Manusia tumbuh dan besar pada hubungan sosial di dalam sebuah tatanan tertentu, yang menerapkan sistem nilai dan makna dalam berbagai simbol-simbol budaya dan ungkapan-ungkapan bangsa.

b. Keanekaragaman budaya menunjukkan adanya visi dan sistem makna yang berbeda sehingga budaya yang satu memerlukan budaya yang lainnya. Dengan mempelajari kebudayaan lain akan memperluas cakrawala pemahaman tentang makna multikulturalisme.

c. Setiap kebudayaan secara Internal adalah majemuk sehingga dialog berkelanjutan sangat diperlukan demi terciptanya persatuan.

d. Paradigma hubungan dialogis atau pemahaman timbal balik sangat dibutuhkan, untuk mengatasi ekses-ekses negatif dari suatu problem disintegrasi bangsa. Paradigma hubungan timbal balik dalam masyarakat multikultural mensyaratkan tiga kompetensi normatif, yaitu kompetensi kebudayaan, kemasyarakatan, dan kepribadian.

e. Integrasi sosial yang menjamin bahwa koordinasi tindakan politis tetap terpelihara melalui sarana-sarana hubungan antarpribadi dan antarkomponen politik yang diatur secara resmi tanpa menghilangkan identitas masing-masing unsur kebudayaan.

f. Sosialisasi yang menjamin bahwa konsepsi politik yang disepakati harus mampu memberi ruang tindak bagi generasi mendatang dan penyelarasan konteks kehidupan individu dan kehidupan kolektif tetap terjaga.

Dapat dikatakan bahwa secara konstitusional negara Indonesia dibangun untuk mewujudkan dan mengembangkan bangsa yang religius, humanis, bersatu dalam kebhinnekaan. Demokratis dan berkeadilan sosial, belum sepenuhnya tercapai. Konsekuensinya adalah keharusan melanjutkan proses membentuk kehidupan sosial budaya yang maju dan kreatif; memiliki sikap budaya kosmopolitan dan pluralis, tatanan sosial politik yang demokratis dan struktur sosial ekonomi masyarakat yang adil dan bersifat kerakyatan.
Dengan demikian kita melihat bahwa semboyan ‘Satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa dan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ masih jauh dari kenyataan sejarah. Semboyan tersebut masih merupakan mitos yang perlu didekatkan dengan realitas sejarah. Bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kukuh, beranekaragam budaya, etnik, suku, ras, dan agama, yang kesemuanya itu akan menjadikan Indonesia menjadi sebuah bangsa yang mampu mengakomodasi kemajemukan itu menjadi sesuatu yang tangguh sehingga ancaman disintegrasi dan perpecahan bangsa dapat dihindari.


  • Disadur dari blog.ugm.ac.id

Sebuah Pertanyaan Besar tentang Makna Persekusi

5 Jun 2017

(Panjimas.com) – Persekusi itu ternyata sewenang-wenang menyakiti si pelaku, ini sangat berbahaya karena masyarakat sendiri yang mengadili, makanya hukum harus ditegakkan dan adil.

Istilah Persekusi jadi rame karena ada ditemukan beberapa kejadian terhadap seseorang yang menghina Habib Rizieq Syihab (HRS) dipersekusi oleh masyarakat, mungkin karena cintanya dan rasa hormat mereka pada HRS apa lagi kalau itu sifatnya menghina dan mendzolimi HRS dan tidak sesuai fakta.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah: Apakah Persekusi itu hanya dapat dilakukan oleh masyarakat? Apakah Institusi penegak hukum bisa juga melakukan Persekusi terhadap masyarakat?

Apakah ditetapkannya HRS tersangka dalam balada cinta oleh penegak hukum masuk kategori persekusi institusi? Ketika ada penangkapan pesta Sex LGBT di Kelapa Gading, bukankah Kapolri memerintahkan jajaran kepolisian untuk mencari pelaku penyebar foto penggerebekan LGBT, dan mengapa dalam kasus HRS Kapolri tidak memerintahkan jajarannya untuk menangkap pelaku penyebar video chat HRS dengan FH. Apakah ini termasuk penegakan hukum atau persekusi?

Ketika ada seseorang menghina Kapolri di medsos langsung ditangkap, tapi ketika ada seseorang menghina HRS tidak ditangkap bukankah ini pemicu Persekusi?

Iwan Bopeng yang mengancam tentara di TPS, sampai saat ini tidak di proses hukum, bukankah ini persekutuan? Dan memicu terjadinya Persekusi?

Masyarakat membawa tombak, pedang, dan senjata tajamnya lainnya masuk ke dalam Air Port Manado mendekati pesawat, menghadang Fachri Hamzah, bukankah ini Persekusi juga? Lalu perbuatan tersebut tidak di tindak secara hukum, bukankah ini bisa dianggap persekutuan?

Kemudian, masyarakat masuk ke dalam bandara Pontianak membawa mandau dan senjata tajam lainnya menghadang Ustadz Sobri Lubis bukankah ini persekusi juga? Dan lalu mengapa tidak ada tindakan hukum? Bukankah ini juga bisa dikatakan persekutuan?

Seseorang memaki-maki dan menfitnah Wapres JK di depan demontrans, kok tidak ada tindakan hukum? Bukankah ini juga bisa memicu Persekusi? Bukankah ini bisa dibilang ada persekutuan?

Oleh sebab itu perlakuan ketidakadilan hukum dalam penegakan hukum bisa memicu masyarakat melakukan perbuatan out of court atau Persekusi, kalau pada hari ini tiba-tiba persoalan Persekusi menjadi tranding topics, perlu ada kesadaran hukum dari seeua pemangku hukum bahwa ada sebab akibat, Negara bisa kokoh dan kuat kalau warganya patuh pada Hukum, demikian juga Negara bisa hancur dan kacau kalau penegak hukum tidak taat hukum. 

Minggu, 04 Juni 2017

Pengertian Persekusi

Apa Itu Persekusi?

a. adalah perburuan sewenang- wenang terhadap seseorang atau sekelompok orang yang telah melakukan posting melalui media sosial (medsos) dengan maksud untuk dipersusah, diintimidasi , ditumpas oleh sekelompok orang yang memiliki pandangan berbeda dengan kelompok tersebut terhadap konten yang telah di-posting-nya.*

b. terhadap pelaku yang memposting dapat dikenakan :

- pasal 27 ayat 3 UU ITE, jika kontennya memiliki unsur fitnah dan pencemaran nama baik seseorang (delik aduan).

- pasal 28 ayat 2 UU ITE, jika kontennya dapat menyebabkan rasa permusuhan dan kebencian yang mengandung unsur SARA.                  

c. terhadap pelaku/ kelompok yang melakukan persekusi maka dapat dikenakan pasal-pasal dalam KUHP seperti : pengancaman/ 368, penganiayaan/ 351 atau  pengeroyokan 170 dan per-UU lainnya.

Tindakan yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat, jika menemukan posting di medsos sebagai berikut:

1. melaporkan ke kantor polisi untuk dilakukan tindakan kepolisian, baik yang bersifat preventif maupun represif;

2. tidak main hakim sendiri, melakukan tindakan persekusi, karena perbuatan tersebut dapat dipidanakan.

Dalam upaya mencegah tindakan persekusi, tindakan yang harus dilakukan oleh POLRI adalah dengan melakukan patroli cyber dan jika menemukan akun yang memposting unsur fitnah dan pencemaran nama baik terhadap ulama/ pemuka agama agar segera dilakukan langkah preventif maupun penegakan hukum.

Penjelasan tambahan

PERSEKUSI (Perburuan Manusia untuk Dihakimi Semena-Mena) - Crime against Humanity (Kejahatan Kemanusiaan)

Jadi, kalau ada yang datang memaksa masuk ke rumah atau kantor yang merupakan wilayah privat (melanggar KUHP Pasal 167 ayat 1 tentang masuk pekarangan orang lain: pidana penjara 9 bulan), dan kemudian memaksa untuk menandatangani pernyataan maaf (melanggar KUHP Pasal 335 ayat 1 butir 1 tentang perbuatan tidak menyenangkan: pidana penjara 1 tahun) dan jika menolak maka akan membawa paksa target ke kantor polisi di luar kehendak yang bersangkutan (melanggar KUHP Pasal 333 ayat (1) tentang penculikan: pidana penjara 8 tahun) dengan alasan karena si target dianggap telah melakukan penghinaan agama. (Pasal 156a: pidana penjara 5 tahun).

Beruntung, Indonesia masih belum mengadopsi Statuta Konvensi Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Padahal, kalau sudah, maka individu (tidak hanya negara) pelaku persekusi atau perburuan manusia yang disertai latar belakang kejahatan kemanusiaan, genosida atau kejahatan perang dapat juga sekalian dihadapkan ke Pengadilan Kriminal Internasional di Den Hague untuk dikurung seumur hidup di Belanda.

Pasal 167 ayat (1) KUHP:
"Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak tiga ratus rupiah, barang siapa memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan atau pekarangan tertutup yang dipakai orang lain dengan melawan hukum atau berada di situ dengan melawan hukum, dan atas permintaan yang berhak atau suruhannya tidak pergi dengan segera, diancam dengan pidana penjara paling lima sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”

Pasal 335 ayat (1) butir (1) KUHP:
“Barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai ancaman kekerasan baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.”

Pasal 333 KUHP ayat (1):
”Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang atau meneruskan perampasan kemerdekaan yang demikian, diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun”.

Pasal 7 ayat (1) (h):
“Persecution against any identifiable group or collectivity on political, racial, national, ethnic, cultural, religious, gender . . . or other grounds that are universally recognized as impermissible under international law” as a crime against humanity
Terjemahan: "Persekusi terhadap sekelompok orang berdasarkan identitas politik, ras, kewarganegaraan, suku, agama, jender...atau alasan lainnya yang diakui secara luas tidak dapat dibenarkan berdasarkan hukum internasional" sebagai kejahatan kemanusiaan.

Dikumpulkan dari WA Group.

* posting = mengirimkan pesan, link, gambar, dll, yang dikirim ke lokasi online, seperti blog, situs media sosial, atau forum.

Kamis, 01 Juni 2017

Luka Indonesiaku

dr. Gamal Albinsaid

Dua tahun lalu ketika ada World Economic Forum, kami aktivis wirausaha sosial internasional bersama Oxfam launch World Equality Forum memperoleh data, kekayaan 85 orang terkaya di dunia sama dengan kekayaan separuh populasi dunia.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Agaknya tidak jauh berbeda. Pada tahun 2008, kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia sama dengan kakayaan 30 juta penduduk Indonesia. Tahun 2009, kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia sama dengan kekayaan 42 juta penduduk Indonesia. Tahun 2010, naik lagi, kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia sama dengan kekayaan 60 juta penduduk Indonesia. Tahun 2011 kian menyakitkan, kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia sama dengan kekayaan 77 juta penduduk Indonesia.

Tidak cukup sampai disitu, Bulan Februari kemarin, hati kita semakin tersayat, bayangkan kekayaan 4 orang, bukan lagi 40 orang, saya ulangi kekayaan 4 orang terkaya di Indonesia sama dengan kekayaan 100 juta penduduk Indonesia. Ya kawan, kita terus berjalan ke arah kesenjangan yang memicu ledakan sosial. Menyakitkan mengetahui bahwa di negara kita so few have so much, so many have so little. Saya yakin dan berterima kasih penuh hormat pada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang membacakan puisi "Tapi Bukan Kami Punya" yang mengingatkan kita kembali akan janji kemerdekaan yang tertuang dalam sila ke 5, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Luka itu semakin mengaga, tatkala kita tahu bahwa koefisien gini kita naik pesat dari 0,3 ditahun 2000 menjadi 0,42 saat ini. Yang lebih menyesakkan dada lagi, Credit Suisse mengatakan, Indonesia kita sudah menjadi negara peringkat ke-4 yang memiliki kesenjangan ekonomi yang timpang setelah Rusia, India, dan Thailand. Bayangkan, 1 persen orang terkaya di Indonesia menguasai 49,3% aset di Indonesia. Bank Dunia juga angkat bicara, pertumbuhan ekonomi selama 1 dasawarsa terakhir hanya menguntungkan 20 persen orang terkaya, sementara 80% sisanya tertinggal di belekang. Apa akibatnya, 61%  masyarakat kita memilih menerima pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah asalkan ketimpangan juga berkurang. Lalu saya bertanya, dimana keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu?

Kesenjangan yang ada di negeri kita tidak boleh dilihat hanya soal angka, tapi itu soal luka. Luka yang harus kita ingat dan rasakan bersama. Pemerintah boleh berbangga mengatakan angka kemiskinan kita turun menjadi 10,9% masyarakat miskin atau sekitar 28 juta penduduk dan menargetkan menjadi 9-10% pada tahun ini. Tapi jika garis kemiskinan kita hanya Rp 354.386, maka saya yakin bahwa banyak orang-orang miskin yang tidak diakui miskin.

Wirausaha tidak cukup untuk menyelesaikan berbagai masalah di negeri kita. Kita butuh Wirausaha sosial, orang – orang yang bukan hanya berfikir tentang uang di tangan, tapi juga berfikir tentang kebaikan, kebermanfaatan, dan kepedulian. Kita butuh orang-orang yang bukan hanya berpikir “How to make money”, tapi mereka juga berpikir “How to solve social problems”. Sudah 2 tahun terakhir saya berkeliling Indonesia memperkenalkan tentang konsep wirausaha sosial dan mengajak sebanyak mungkin pemuda menjadi wirausaha sosial.

Saya yakin tanpa wirausaha sosial pertumbuhan ekonomi kita tidak akan berkorelasi dengan perbaikan kesejahteraan bangsa kita. Kawan, keluarlah sejenak dari kantor atau tempat kerja kita, sejenak singgahlah di kampung-kampung yang sempit sesak dan penuh dengan kemiskinan. Rasakan cobaan dan penderitaan mereka, mencobalah sedikit berempati. 'The great gift of human beings is that we have the power of empathy'.

Tapi marilah kita tatap masa depan bangsa ini dengan penuh optimisme. Sudahlah, selesaikan dan kita tutup rapat-rapat soal perbedaan dan perselisihan. Hari ini saya yakin, Indonesia sedang memasuki era baru dimana nilai-nilai penghormatan bukan hanya diberikan kepada mereka yang punya kesejahteraan finansial, tapi kepada mereka yang punya ide, gagasan, dan kepedulian. Jadilah wirausaha negarawan yang bekerja untuk menyelesaikan berbagai masalah bangsa dengan dompetnya sendiri.

Pekan ini, kita memperingati Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni 2017. Jangan jadikan Pancasila pemanis lisan, tapi cobalah rasakan dan amalkan. Mari kita bangun Persatuan Indonesia untuk mencapai Keadilan Sosial. Jangan ada lagi seseorang ayah yang pulang ke rumahnya dengan penuh rasa bersalah karena tak mampu membawa makan untuk anak-anaknya… Jangan ada lagi seorang Ibu yang harus memohon belas kasih di rumah sakit agar sang anak bisa mendapatkan pengobatan… Jangan ada lagi seorang anak yang tak mampu mengangkat kepala dan dadanya di kelas karena tak mampu membayar biaya sekolah…

Sumber: BERITASATU

Entri yang Diunggulkan

Hati Nurani

Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman: قُلْ هُوَ الَّذِيْۤ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَ الْاَفْــئِدَةَ...