Kamis, 18 Januari 2018

Hati Nurani

Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman:

قُلْ هُوَ الَّذِيْۤ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَ الْاَفْــئِدَةَ    ۗ  قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ

qul huwallaziii ansya`akum wa ja'ala lakumus-sam'a wal-abshooro wal-af`idah, qoliilam maa tasykuruun

"Katakanlah, Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur."
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 23)

Hati (akal) di dalam dada

Allah Subhaanahu Wata'aalaa berfirman:

اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَاۤ اَوْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَا   ۚ  فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰـكِنْ تَعْمَى الْـقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ

a fa lam yasiiruu fil-ardhi fa takuuna lahum quluubuy ya'qiluuna bihaaa au aazaanuy yasma'uuna bihaa, fa innahaa laa ta'mal-abshooru wa laakin ta'mal-quluubullatii fish-shuduur

"Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 46)

Sumber: Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya di dalam diri manusia ada segumpal darah (hati), apabila hati itu baik maka baik pula seluruh diri dan amal perbuatan manusia dan apabila hati itu rusak, maka rusaklah seluruh diri (amal perbuatan manusia tersebut). Ingatlah, ia adalah hati.” (HR. Bukhari-Muslim).

Hati yang tenteram senantiasa berzikir mengingat Allah

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28).

Imam Ibnu Rajab berkata: “Asal (sifat) khusyu’ adalah kelembutan, ketenangan, ketundukan, dan kerendahan diri dalam hati manusia (kepada Allah Ta’aalaa). Tatkala Hati manusia telah khusyu’ maka semua anggota badan akan ikut khusyu,’ karena anggota badan (selalu) mengikuti hati, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu
’alaihi Wasallam: “Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.”

Rasulullah bersabda, “Hati itu ada empat macam; (1) hati yang bersih yang di dalamnya terdapat semacam pelita yang bersinar (hati orang mukmin-red), (2) hati yang tertutup lagi terikat (hati orang kafir-red), (3) hati yang berbalik (hati orang munafik-red) , dan (4) hati yang berlapis (hati orang beriman dan munafik, yang kondisinya bergantung sifat yang paling dominan-red).”

Entri yang Diunggulkan

Menjaga Keutuhan Umat

Janganlah kalian menjadi seperti orang-orang musyrik yang telah memecah belah agama mereka, yakni mengganti dan mengubahnya, serta beriman ...