Jumat, 05 Januari 2018

Kemanakah kalian akan pergi?

Kemanakah kalian akan pergi?
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, ...
akan kemanakah kalian akan pergi? Bukankah manusia telah diberi akal?
Allah Subhaanahu Wata'aalaa berfirman:

fa aina tadz-habuun
"maka ke manakah kamu akan pergi?"
(QS. At-Takwir 81: Ayat 26)

Sumber: Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com
Tafsir Ibnu Katsir

Adapun firman Allah Subhaanahu Wata'aalaa:
maka ke manakah kalian akan pergi? (At-Takwir: 26)

Yakni dipergunakan untuk apa akal kamu bila kamu mendustakan Al-Qur'an ini, padahal Al-Qur'an begitu jelas, terang, dan gamblang bahwa ia benar dari sisi Allah Subhaanahu Wata'aalaa. 

Sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Bakar As-Siddiq radhiyallahu anhu kepada delegasi Bani Hanifah, ketika mereka datang dalam keadaan telah masuk Islam. 

Lalu Abu Bakar radhiyallahu anhu memerintahkan kepada mereka untuk membacakan (al-quran) sesuatu dari bacaan Musailamah Al-Kazzab yang sangat kacau lagi melindur itu. Setelah hal itu dibacakan kepada Abu Bakar radhiyallahu anhu, maka Abu Bakar radhiyallahu anhu berkata, "Celakalah kalian, ditaruh dimanakah akal sehat kalian? Demi Allah, sesungguhnya ucapan itu bukanlah datang dari Tuhan."
Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: maka ke manakah kalian akan pergi. (At-Takwir: 26) setelah meninggalkan Kitabullah dan ketaatannya kepada-Nya?

Firman Allah Subhaanahu Wata'aalaa:
Al-Qur'an itu tiada lain hanyalah peringatan tiada lain hanyalah peringatan tiada lain hanyalah peringatan  tiada lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam (At-Takwir: 27)
Artinya, Al-Qur'an ini merupakan peringatan bagi semua manusia agar mereka menjadi ingat karenanya dan mengambil pelajaran darinya.
(yaitu) bagi siapa di antara kalian yang menghendaki menempuh jalan yang lurus. (At-Takwir: 28)

Yaitu bagi siapa yang menginginkan petunjuk. hendaklah ia berpegang pada Al-Qur'an ini, karena sesungguhnya Al-Qur'an merupakan juru selamat dan pemberi petunjuk baginya tiada petunjuk selain dari Al-Qur'an.

Dan kalian tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (At-Takwir: 29)

Yakni kehendak untuk itu bukan berada di tangan kalian, melainkan ada di tangan kekuasaan-Nya. 

Maka barang siapa yang Dia kehendaki mendapat petunjuk, niscaya ia mendapatkannya:
dan barang siapa yang Dia kehendaki sesat, niscaya dia tersesat darinya.

Catatan:
Setelah Allah memberi petunjuk (al-quran) yang diturunkan secara bertahap kepada Rasul-Nya melalui perantaraan malaikat Jibril, malaikat yang memiliki kedudukan tertinggi, yang dapat menembus 70 tirai cahaya, dan memiliki 600 sayap, Allah telah memberi akal kepada manusia agar dapat memilih jalan yang akan dia tempuh. Apakah memilih jalan yang lurus sesuai petunjuk (al-quran) atau jalan yang sesat. 

Setelah manusia memilih jalan yang akan dia tempuh, Allah akan menetapkan takdirnya, apakah dia akan memilih jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah diberi nikmat, bukan jalan orang-orang yang dimurkai Allah, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat.

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Sa'id ibnu Abdul Azizdari Sulaiman ibnu Musa yang mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman Allah Subhaanahu Wata'aalaa:
bagi siapa di antara kalian yang mau menempuh jalan yang lurus. (At-Takwir: 28)

Maka Abu Jahal berkata, "Segala sesuatunya terserah kita. Jika kita mau menempuh jalan yang lurus, tentulah kita akan lurus: dan jika kita menghendaki bukan jalan yang lurus, maka tentulah kita tidak akan lurus.'"

Lalu Allah Subhaanahu Wata'aalaa menurunkan firman selanjutnya, yaitu:
Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (At-Takwir: 29)

Demikianlah akhir tafsir surat At-Takwir, dengan mengucapkan hamdalah atas semua nikmat dan karunia-Nya.

Catatan:
Bagaimana caranya agar Allah membimbing kita di jalan yang lurus?

Allah Subhaanahu Wata'aalaa berfirman:
A'uudzubillahi minasy-syaithoonirrojiim
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Al-hamdu lillaahi robbil-'aalamiin
Ar-rohmaanir-rohiim
Maaliki yaumid-diin
Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin
Ihdinash-shiroothol-mustaqiim
Shiroothollaziina an'amta 'alaihim ghoiril-maghdhuubi 'alaihim wa ladh-dhooolliin
Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi berfirman:
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

Dengan nama Allah Yang Mahapengasih dan Mahapenyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Pemilik hari pembalasan.
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
TUNJUKILAH KAMI JALAN YANG LURUS, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
(QS. Al-Fatihah 1: Ayat 1-7)

Aamiin (Kabulkan permohonan kami)
Sumber: Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Hati Nurani

Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman: قُلْ هُوَ الَّذِيْۤ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَ الْاَفْــئِدَةَ...