Senin, 29 Januari 2018

Kenali Musuhmu

Sungguh jin setan itu musuh yang nyata bagimu. Bila jin setan telah merasuk ke diri seseorang akan memengaruhi pikiran, ucapan, dan tindakan,  yang menyimpang dari jalan yang lurus.

Jin setan adalah keturunan Iblis yang menggoda Adam as. dan Siti Hawa ketika di surga, dan akibat perbuatannya itu, jin setan akan berupaya mengajak golongannya agar tersesat jauh dari jalan kebenaran (lurus).

Segeralah berlindung dari bisikan jin setan, yang akan menggoda manusia agar berbuat maksiat.

A'uudzubillahi minasy-syaithonirrojiim.

Jin setan akan lari bila mendengar suara Adzan.

Jin setan tidak akan mendapat makan dan tempat tinggal, bila sebelum makan atau tiba di rumah membaca basmalah.

Jin setan akan lari bila dibacakan ayat Kursi.

Jin setan akan menjauh, bila dibacakan 5 ayat pertama dan 2 ayat terakhir surah Al-Baqarah.

Jin setan akan lari menjauh bila dibacakan surah mu'awwidzatain:
Al-Falaq dan An-Nas,  pagi dan sore hari.

Jin setan tidak akan mengencingi telinga anak Adam, bila berwudhu sebelum tidur karena akan selalu dijaga dan didoakan malaikat.

Jin setan akan keluar dari lubang hidung pada saat wudhu menghirup (instinsyaq) dan mengeluarkan air (instintsar) dari lubang hidung.

#TipuDayaSyaithon

Disadur dari tulisan @Hijabalila

Inilah Tahapan Penyesatan yang dilakukan oleh Jin Setan

1. Waswasah
Tahap pertama adalah al-waswasah atau bisikan. Dalam bahasa arab, waswas itu juga memiliki arti suara gemericik emas dan perak. Artinya, bisikan jin setan itu disenangi manusia karena terlihat indah dan nikmat.
“Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia” (An-Nas 5)
Cara membedakan antara bisikan jin setan dengan bisikan yang lain sangatlah mudah. Caranya dengan mengukur apakah bisikan itu mengajak untuk melanggar ketentuan Allah atau tidak. Walau terlihat indah, jika bisikan itu mengajak kita melanggar batas larangan Allah, maka dapat dipastikan itu adalah bisikan setan.
Waswas yang dimaksud bukanlah penyakit yang menimpa orang peragu. Yang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk berwudhu. Yang ketakutan dengan najis hingga membasuh berulang kali. Walau sebenarnya keraguan ini murni ulah setan.

2. Hamazah
Tahap kedua ini mirip dengan yang pertama. Masih berupa bisikan untuk menggoda dan merayu manusia.
“Dan katakanlah, “Ya Tuhan-ku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan”
(Al-Mukminun 97)

3. An-Nasghuh
Dalam bahasa arab, nasghoh, terkait dengan nomor 2, yang bertujuan untuk merusak. Ini adalah tahap lanjutan dari bisikan-bisikan jin setan yang selalu mengajak pada kejahatan.
Mungkin kita memiliki teman akrab yang sering kita temui. Tapi suatu saat ada perasaan buruk bahwa selama ini teman itu pura-pura baik. Dia sebenarnya tidak suka kepada kita dan bermacam perasaan buruk lainnya.
Al-Qur’an mencontohkan kisah Nabi Yusuf 'Alaihissalam, ketika beliau menceritakan apa yang dilakukan saudara kandungnya kepada Nabi Yusuf Alaihissalam,
“Setelah setan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku.” (Yusuf 100)
Dalam ayat lain Allah berfirman,
“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka.” (Al-Isra’ 53)
Terkadang kita sering suudzon dengan teman kita. Ketika kita mengucapkan salam dan dia tidak menjawab salam kita langsung berprasangka buruk. Mungkin saja dia sedang ada masalah atau tidak mendengar salam kita. Jika mulai muncul prasangka, segeralah berlindung kepada Allah dari godaan setan yang membuat kita saling bermusuhan.
“Dan jika setan datang menggodamu,  berlindp di atas, jin setan mulai menggelincirkan manusia dari jalan kebenaran.
Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman,
“Sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau).”
(Ali Imran 155)

5. Al-Ghowiyah
Tahapan selanjutnya adalah penyesatan. Coba perhatikan, jin setan tidak langsung menyesatkan manusia, tetapi melalui berbagai tahapan, manusia yang tidak mengingat Allah (dzikrullah) pasti akan terjerat dalam rayuan jin setan.
(Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.” (Al-A’raf 16)

6. Al-Muqoronah (Menjadi Teman)
Setelah disesatkan, hubungan antara manusia dengan jin setan semakin akrab. Setan mulai menjadi temannya. Bisikan-bisikan setan semakin mudah merasukinya. Hal-hal buruk yang dilakukannya seakan baik dan indah.
“Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman (setan) yang memuji-muji apa saja yang ada di hadapan dan di belakang mereka.”
(Fussilat 25)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman mengenai mereka yang berteman dengan setan,
“Barang siapa menjadikan setan sebagai temannya, maka (ketahuilah) dia (setan itu) adalah teman yang sangat jahat.” (An-Nisa’ 38)

7. Kapan manusia menjadi teman setan?
Ketika kita mulai melupakan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa.
Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman,
“Dan barang siapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (al-Quran), Kami Biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.” (Az-Zukhruf 36)
Mungkin manusia merasakan berbagai kenikmatan dunia ketika berteman dengan setan. Namun, ketika di akhirat dia akan benar-benar menyesal, tapi tidak ada waktu lagi untuk mengubah keadaan karena tugas setan telah berhasil menyesatkan manusia.
Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada Kami (pada hari Kiamat) dia berkata, “Wahai! Sekiranya (jarak) antara aku dengan kamu seperti jarak antara timur dengan barat! Memang (setan itu) teman yang paling jahat (bagi manusia).” (Az-Zukhruf 38)

8. Menjadi Anggota Partai Setan
Tidak cukup menjadi teman, setan juga memiliki partai. Pendirinya adalah setan dan anggotanya adalah orang-orang yang mau diajak bekerja sama untuk merusak anak Adam. Dan tujuan partai ini hanya satu, yaitu menyesatkan anak Adam sampai akhir masa.
Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman,
“Mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah golongan yang rugi.” (Al-Mujadalah 19)

9. Menjadi Saudara
Setelah dijadikan teman oleh setan, direkrut dalam partainya, kini ia menjadikan manusia yang mulai tergoda ini sebagai saudaranya.
“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan.” (Al-Isra’ 27)
Jangan pernah meremehkan perbuatan mubadzir atau menghambur-hamburkan harta bukan pada tempatnya karena akan menjadi saudara jin setan.

10. Masuk dalam Cengkeraman Setan
Saat seseorang telah masuk dalam cengkraman setan, sangatlah sulit untuk lepas darinya karena jin setan telah menguasai jiwanya.
“Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah.” (Al-Mujadalah 19)
Nabi Musa Alaihissalam pernah bertemu dengan Iblis, ia bertanya, “Hai Iblis, beritahukan kepadaku tentang dosa yang jika dilakukan oleh anak Adam maka engkau telah menguasainya?”
Iblis menjawab, “Ketika dia bangga diri, merasa banyak amal baiknya dan merasa sedikit dosa-dosanya.”
Dalam Hadist Qudsi, Allah Subhanahu Wa Ta'ala pernah berfirman kepada Nabi Daud Alaihissalam,
“Wahai Daud, berilah kabar gembira kepada para pendosa dan berilah peringatan kepada orang-orang yang taat !” Daud bertanya, “Ya Allah, bagaimana aku harus memberi kabar gembira kepada pendosa dan memberi peringatan kepada orang yang taat?” Allah menjawab, “Wahai Daud, berilah kabar gembira kepada para pendosa karena aku akan mengabulkan taubat mereka. Dan berilah peringatan kepada orang yang taat karena aku tidak akan mentolerir kecongkakan dan merasa sudah beramal dihadapan-Ku” Inilah bahaya orang yang ujub dan bangga diri.

11. Menjadikannya Pengikut Paling Setia
Setelah jin setan menguasai jiwa seseorang, jin setan akan menjadi wali baginya. Dalam bahasa arab, kata wala’ (sumber dari kata wali) adalah taat dan cinta. Karena itu, para auliya’ Allah adalah mereka yang taat dan mencintai Allah.
Sementara Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman untuk para Auliya’ Setan,
“Sesungguhnya Kami telah Menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-Baqarah 27)
“Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata.” (An-Nisa’ 119)
Setelah jin setan menjadi pemimpin para pengikutinya, dia menggunakan manusia-manusia tersebut untuk menyesatkan saudaranya yang lain. Jin setan tidak akan berhenti menyesatkan mereka sampai mereka tersesat jauh dan tidak bisa kembali lagi.
“Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya.” (AN-Nisa’ 60)

12. Tidak Menyembah yang lain, kecuali Jin Setan
Dan tahapan terakhir dari serangkaian tahapan penyesatan jin setan di atas adalah menjadikan manusia menyembah jin setan dan tidak  menyembah selain jin setan. Jika telah sampai pada tahap ini, tugas setan telah berhasil.
“Bukankah Aku telah Memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu.” (Yaasin 60).

© Muslim Wajib Baca! Inilah Tahapan Penyesatan Oleh Syaithon - BERDAKWAH
Sumber: http://news.berdakwah.net/2018/01/muslim-wajib-baca-inilah-tahapan-penyesatan-oleh-syaithon.html?m=1


Entri yang Diunggulkan

Talut dan Jalut

Alloh Subhaanahuu wa Ta'aalaa berfirman: وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ اِنَّ اللّٰهَ قَدْ بَعَثَ لَـکُمْ طَالُوْتَ مَلِكًا  ۗ  قَالُوْۤا...