Jumat, 05 Januari 2018

Perjalanan Hidup Manusia

1. Alam Roh, Allah bertanya bukankah Aku ini Tuhanmu? Roh menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi"
Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini," (QS. Al-A'raf 7: Ayat 172)

2. Alam Kandungan, Allah meniupkan roh pada usia kandungan 4 bulan.
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh (ciptaan)Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. Dan mereka berkata, “Apakah bila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?” Bahkan (sebenarnya) mereka ingkar akan menemui Rabbnya. [As Sajdah : 7-10]
Apabila janin telah mencapai usia 4 bulan, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus kepadanya seorang Malaikat yang diperintahkan untuk mencatat 4 (empat) hal, yaitu tentang rezekinya, ajalnya, amalnya, serta celaka atau bahagia.

3. Alam Dunia adalah tempat ujian bagi  manusia, apakah orang itu patuh dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah disebut Mukmin; atau ingkar pada tidak percaya kepada Allah dan rasul Nya disebut Kafir; menyekutukan Allah dengan ciptaan Nya disebut Musyrik; melampaui batas setelah mengetahui perintah dan larangan Allah disebut Fasik atau Zalim; atau Munafik, orang yang tidak amanah, tidak menepati janji, dan  dusta.
Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman:
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit (a) ketakutan, (b) kelaparan, (c) kekurangan harta, (d) jiwa, dan (e) buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)
Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman:
"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata 'Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun' (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 156)
Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman:
"Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 157)

4. Alam Kubur, setelah roh dicabut oleh malaikat Izrail, roh dikembalikan kepada mayit, didudukan, dan ditanya oleh  malaikat Mungkar dan Nakir. Siapakah nama Tuhanmu? Apakah agamamu? Siapakah nabimu? Dan, malaikat Nakir melakukan siksa kubur bagi yang tidak istinja pada saat buang air kecil dan suka mengumpat (menyebarkan fitnah).
Semua hewan peliharaan dapat mendengar siksa kubur ini.

5. Kehancuran Alam Semesta (Kiamat Besar didahului dengan Kiamat Kecil (meninggal dunia), bencana dimana-mana, dan kehancuran alam semesta atau Kiamat Besar).

6. Hari Kebangkitan pada tiupan sangkakala yang ketiga oleh malaikat Izrafil.

7. Padang Mahsyar, semua orang dibangkitkan dari tulang belulang (tulang ekor) sampai menjadi bentuknya semula, kecuali para nabi, orang alim, dan syuhada yang mati syahid, jasadnya masih utuh seperti pada saat yang bersangkutan meninggal dunia. Dalam kasus tertentu, orang Kafir, seperti Fir'aun juga jasadnya masih utuh sebagai bukti bahwa janji Allah itu benar.

8. Syafa'at oleh Rasulullah Shallallahu'alahi wa sallam memberi syafaat kepada pengikutnya yang setia melaksanakan sunnahnya sampai akhir hidup yang baik (husnul khotimah).

9. Hisab, pertanggungjawaban iman dan amal selama hidup di alam dunia. Allah akan menghisab orang-orang Mukmin (taat pada perintah Allah, menjauhi larangan Nya, mengikuti sunnah Rasul Nya) berdua saja. Allah akan menyampaikan pernyataan tentang amal yang telah dilakukan oleh hamba Nya, tetapi Allah telah memaafkan orang-orang Mukmin. Selain orang-orang Mukmin, Allah akan menghisab secara terbuka dan tidak ada yang dapat membantah Nya.

10. Penyerahan catatan amal oleh malaikat Raqib yang selalu mengawasi dan malaikat Atid yang selalu hadir, dan yang mencatat amal yang baik maupun yang buruk. Buku catatan amal yang buruk akan diberikan dari arah belakang sebagai penghinaan kepada orang yang bersangkutan.
Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman:
"Dan bumi (Padang Mahsyar) menjadi terang-benderang dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan buku-buku (perhitungan perbuatan mereka) diberikan (kepada masing-masing), nabi-nabi dan saksi-saksi pun dihadirkan lalu diberikan keputusan di antara mereka secara adil, sedang mereka tidak dirugikan."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 69)
Sumber: Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

11. Mizan, akan ditimbang, amal, catatan, dan yang bersangkutan, apakah lebih berat amal kebaikannya atau amal keburukannya.
Ada orang-orang yang bangkrut amal kebaikannya karena sering menyebar keburukan (fitnah) orang lain sehingga amal kebaikannya diberikan kepada orang yang disebarkan keburukannya ketika hidup di alam dunia dan belum meminta maaf kepada orang yang bersangkutan.

12. Telaga Rasulullah, umat Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam akan mendatangi telaga (al-haudh), yang airnya dari surga, tetapi bagi pelaku bid'ah (yang membuat ajaran baru, mengada-adakan sesuatu yang tidak ada dalil dan/ atau contoh yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu'alahi wa sallam, dan meyakini bahwa perbuatannya itu akan memperoleh pahala dari Allah, bahkan diusir oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam dan tidak akan diberi minum air telaga Al Kautsar oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam. Bagi yang telah meminum air telaga tersebut tidak akan pernah merasa haus sepanjang masa.
Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa ada orang-orang yang dihalangi dan diusir dari telaga yang penuh kemuliaan ini karena sewaktu di dunia mereka berpaling dari petunjuk dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada pemahaman dan perbuatan bid’ah, sehingga di akhirat mereka dihalangi dari kemuliaan meminum air telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, sebagai balasan yang sesuai dengan perbuatan mereka (Riwayat imam al-Bukhari no. 6211 dan Muslim no. 2304 dari Anas bin Malik).
Peringatan bagi siapa saja yang membenarkan kebohongan atau dusta dan membantu penguasa yang dusta dan zalim (melampaui batas terhadap dirinya)
“Akan ada sepeninggalku para penguasa yang berdusta lagi zalim. Siapa yang membenarkan kebohongan mereka dan membantu mereka dalam kezalimannya, maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya. Dan dia tidak akan (diizinkan) datang ke telagaku. Sebaliknya, siapa yang tidak membenarkan dan tidak membantu kezaliman mereka, maka dia dari golonganku dan aku dari golongannya, serta dia akan datang ke telagaku.” (HR. Ahmad)

13. Sirat, seperti titian rambut dibelah tujuh. Ada yang menyeberangi sirat laksana kilat sampai ke surga, ada yang langsung masuk neraka, dan ada yang terkait dengan besi pengait, tetapi berhasil masuk surga. Bagi muslim yang meninggal sebelum bertobat akan dibersihkan dosa-dosanya dengan menjalani siksa di neraka, kecuali orang-orang yang meninggal dalam keadaan belum bertobat dari dosa syirik, tidak akan diampuni, dan mereka kekal selamanya di neraka.
Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 48)

14. Surga dan Neraka adalah balasan atas iman dan amal, baik manusia maupun  golongan jin, selama di Alam Dunia.


Dari berbagai sumber.
Wallahu a'lam bish-shawwabi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Hati Nurani

Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman: قُلْ هُوَ الَّذِيْۤ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَ الْاَفْــئِدَةَ...