Jumat, 05 Januari 2018

Talkin

Kalimat tauhid:
Laa ilaaha illallah

Kalimat tersebut mudah diucapkan di saat hati ingat kepada Allah sehingga mudah mengucapkannya.Tapi, pada saat
hati ini lalai mengingat Allah, kalimat itu seakan sulit diucapkan.

Mengapa?

Memori kita akan menyimpan semua yang kita lakukan berulang-ulang.

Hati-hati dengan pikiran, ucapan, dan tindakan yang dilakukan berulang-ulang karena lama kelamaan akan menjadi kebiasaan.

Kebiasaan mengabaikan panggilan Allah, pada saat mendengar suara adzan, sibuk melakukan berbagai kegiatan duniawi, lama kelamaan hatinya lalai mengingat Allah, yang akan terbawa di saat sakratulmaut.

Ketika orang menalkinkan (membisikkan kalimat tauhid: Laa ilaaha illallah), dia justru mengingat hal-hal lain, yang biasa dilakukan pada saat mengabaikan suara adzan, kebiasaan itu lama kelamaan menjadi karakternya, selanjutnya akan menjadi identitasnya, apakah dia orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul Nya, orang yang melampaui batas, orang yang menyembah tuhan selain Allah, orang yang tidak amanah, orang yang mengaku muslim tetapi sering melanggar perintah dan larangan Allah, atau orang yang taat dan patuh pada perintah Allah dan menjauhi larangan Nya sesuai sunnah Rasulullah Shallallahu'alahi wa sallam.

Karena identitas itu telah mendarah-daging (membudaya) dalam dirinya, sampailah dia pada takdirnya, mati pada akhir yang baik (husnul Khotimah) atau mati pada akhir yang buruk (su'ul Khotimah).


Semoga Allah menutup buku amal ibadah kita pada akhir yang baik, Aamiin Yaa Mujibassailin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Hidayah itu Haknya Allah

Masih saja ada yang mengatakan, bahwa ada bid'ah hasanah dalam Syariat Islam, padahal Imam Malik -rohimahulloh- yang dijuluki sebagai &...