Selasa, 20 Februari 2018

Rencana jahat akan menimpa orang yang merencanakannya

Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman:

اسْتِكْبَارًا فِى الْاَرْضِ وَمَكْرَ السَّيّیٴِ ۗ  وَلَا يَحِيْقُ الْمَكْرُ السَّيِّـئُ اِلَّا بِاَهْلِهٖ   ۗ  فَهَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّا سُنَّتَ الْاَوَّلِيْنَ  ۚ  فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَبْدِيْلًا  ۚ  وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَحْوِيْلًا

istikbaaron fil-ardhi wa makros-sayyi`, wa laa yahiiqul-makrus-sayyi`u illaa bi`ahlih, fa hal yanzhuruuna illaa sunnatal-awwaliin, fa lan tajida lisunnatillaahi tabdiilaa, wa lan tajida lisunnatillaahi tahwiilaa

"karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu."
(QS. Fatir 35: Ayat 43)

Sumber: Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

Allah menyatakan perang kepada siapa saja yang memusuhi wali-Nya

Siapakah wali Allah di dunia?

Mereka yang beriman, berilmu, dan beramal saleh. Mereka yang bersungguh-sungguh dalam mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya karena Allah (tidak riya') dan Allah ridha kepadanya.

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam “Sesungguhnya Allah ta’aalaa telah berfirman: ‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku sukai seperti bila ia melakukan yang fardhu yang Aku perintahkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan kepadanya."
[HR. Bukhari]

Hasbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nasir

Cukuplah Allah sebaik-baik penolong dan pelindung kami.

Ya Rabb hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan, lindungilah para wali-Mu dari rencana jahat terhadap mereka, Aamiin Yaa Mujibas Saai'liin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Hakikat Rezeki

Rezeki itu pada awalnya halal, kemudian menjadi haram karena cara memperolehnya atau menggunakannya. 1. Sebelum mendapatkannya harus bant...