Kamis, 19 April 2018

Hidayah itu Haknya Allah

Masih saja ada yang mengatakan, bahwa ada bid'ah hasanah dalam Syariat Islam, padahal Imam Malik -rohimahulloh- yang dijuluki sebagai 'Imamnya Kota Nabi' sudah sangat tegas dan lugas mengatakan: "Barang siapa melakukan bid'ah APAPUN dalam Islam dan dia melihat bid'ah itu baik, maka dia telah menganggap bahwa (Nabi) Muhammad -shollallohu alaihi wasallam- telah MENGKHIANATI risalah (yang diembannya), karena Allah berfirman: "Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian", sehingga apapun yang bukan agama pada hari itu, maka dia juga bukan agama pada hari ini". [Kitab: Ali'tishom 1/64].

Bahkan Ibnu Umar -rodhiallohu anhuma- yang merupakan sahabat Nabi -shollallohu alaihi wasallam- juga telah menegaskan: "SEMUA bid'ah adalah sesat, meskipun orang-orang melihatnya BAIK." [Sanadnya shohih, diriwayatkan oleh Ibnu Battoh: 205].

Bahkan Nabi tercinta -shollallohu alaihi wasallam- juga telah menyabdakan: "SEMUA bid'ah itu sesat." [Shohih Muslim: 867].

Kalaupun ada perkataan ulama yang menyelisihi sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam- ini, bukankah seharusnya perkataan mereka yang ditakwil atau diselaraskan maknanya dengan sabda Nabi di atas?!

Bukan malah sebaliknya, sabda Nabi yang dita'wil dan dipelintir maknanya sehingga seakan selaras dengan perkataan ulama tersebut.

Jika memang Nabi -shollallohu alaihi wasallam- dan sabdanya lebih agung kedudukannya di hati seseorang, harusnya langkah pertama yang dia ambil, yaitu mentakwil atau menyelaraskan perkataan ulama tersebut agar tidak bertentangan dengan hadits Nabi -shollallohu alaihi wasallam.

Atau jika terpaksa harus memilih salah satu, maka harusnya dia memilih perkataan orang yang WAJIB dicintainya melebihi orang tuanya, anaknya, bahkan manusia semuanya, dialah Nabi Muhammad -shollallohu alaihi wasallam.

Semoga Allah memberikan kaum muslimin hidayah untuk menghidupkan sunnahnya dan mematikan bid'ah yang disusupkan dalam agamanya, amin.

Disadur dari pesan Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA
Dewan Pembina Yayasan Risalah Islam

Oleh: Mutiara Risalah Islam

Mau Dapat Tambahan Ilmu Setiap Hari dari Ustadz Dr. Musyaffa’ad Dariny, MA.

Anda akan mendapatkan Nasihat, Artikel,Tanya Jawab Terbaik Setiap Hari di Grup WA Mutiara Risalah Islam [MRI]

Daftar melalui WA: 089628222285 atau
klik http://gabung.kliksini.me/wa/groupMRI

Senin, 16 April 2018

DZIKIR DAN DOA SETELAH SHOLAT

Dzikir Setelah Sholat Sesuai Tuntunan Nabi Shallallahu 'Alahi Wasallam

1. ASTAGHFIRULLAH (dibaca 3 kali) (Yaa Allah, aku memohon ampunan Mu)

2. ALLAHUMA ANTA SALAM WA MINKA SALAM TABAROKTA YA DZAL JALALI WAL IKRAM.
(“Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.“ (HR. Muslim: 1/414)

3. ALLAHUMMA LAA MANI'A LIMA A'TAYTA,
WA LA MU'TIYA LIMA MANA'TA,
WA LA YANFA'U DZAL-DZAL-JADDI, MINKAL-JAD.
("Ya Allah Tidak ada yang dapat menyangkal apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang dapat memberikan apa yang Engkau tahan; dan keberuntungan dan kemakmuran tidak akan berguna di hadapan Allah"). [Al-Bukhari dan Muslim].

4. ALLAHUMMA A'INNI 'ALA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI 'IBADATIK.
("Ya Allah, tolong aku mengingat Engkau, untuk bersyukur kepadaMu, dan untuk menyembah Engkau dengan cara yang sangat baik") [Abu Dawud]

5. Ayat Kursi 
Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman:
ALLOHU LAAA ILAAHA ILLAA HUW, AL-HAYYUL-QOYYUUM, LA TA`KHUZUHUU SINATUW WA LAA NA`UUM, LAHUU MAA FIS-SAMAAWAATI WA MAA FIL-ARDH, MAN ZALLAZII YASYFA'U 'INDAHUUU ILLAA BI`IZNIH, YA'LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHOLFAHUM, WA LAA YUHIITHUUNA BISYAI`IM MIN 'ILMIHIII ILLAA BIMAA SYAAA`, WASI'A KURSIYYUHUS-SAMAAWAATI WAL-ARDH, WA LAA YA`UUDUHUU HIFZHUHUMAA, WA HUWAL-'ALIYYUL
-'AZHIIM
("Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.")
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 255)

6. AL-IKHLAS, AL-FALAQ, AN-NAS (Dzuhur, Ashar, dan Isya' masing-masing dibaca satu kali, sedangkan Shubuh dan Maghrib masing-masing dibaca 3 kali).

7. SUBHANALLAH,  ALHAMDULILLAH, ALLAHU AKBAR (masing-masing dibaca 33 kali).
(“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, dan Allah Maha Besar (masing-masing dibaca 33 kali).

8. Digenapkan 100 dengan membaca:
"LA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LA SYARIKALLAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WAHUWA 'ALA KULLI SYA'IN QODIR."
(Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Bagi-Nya adalah semua kerajaan dan puji-pujian dan Allah adalah Mahakuasa atas segala sesuatu).

Catatan:
Dzikir setelah sholat dibaca sendiri-sendiri, tidak dipimpin oleh Nabi Shallallahu'alaihi wasallam. Urutan membacanya dapat berubah.
Setelah berdzikir, Rasulullah Shallallahu'alahi wasallam biasanya berdiri di depan pintu masjid, melayani umat yang ada keperluan dengan Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Dzikir setelah shalat, disarikan dari materi ceramah yang disampaikan oleh Dr. Khalid Basalamah, MA

DOA SETELAH SHOLAT

Berkata Fadh-dhalah selanjutnya: "Kemudian sholat pula seorang laki-laki lagi sesudah itu. Lalu dipujinya Allah dan diucapkannya sholawat kepada Nabi Shollallohu'alaihi wa sallam. Maka berkatalah Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam kepadanya: "Berdoalah niscaya doamu akan terkabul!"
(Hadits dirawikan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nassaaiy, at-Turmudzi; dan dia berkata bahwa hadits ini Hasan (bagus), dan Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).
Berkatalah Imam Nawawi: "Samalah pendapat sekalian ulama bahwa sangat disukailah (mustahab) memulai suatu doa dengan  memuji Allah Subhaanahuu wa ta'aalaa dan mengucapkan Shalawat kepada Nabi Shollallohu'alaihi wa sallam. Demikan juga ketika menutupnya.

Sayidina Ali bin Abi Thalib berkata:
"Tiap-tiap doa itu masih tertutup, sehingga mengucapkan shalawat kepada Muhammad Shollallohu'alaihi wa sallam dan keluarga Muhammad Shollallohu'alaihi wa sallam (Dirawikan oleh Ath-Thabrani di dalam kitab jadits-nya Al-Ausath).

ADAB BERDOA

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:
إِنَّ اللَّهَ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي إِذَا رَفَعَ الرَّجُلُ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا خَائِبَتَيْنِ
Sesungguhnya Allah itu sangat pemalu dan Maha Pemurah. Ia malu jika seorang laki-laki mengangkat kedua tangannya untuk berdoa kepada-Nya, lalu Ia mengembalikannya dalam keadaan kosong dan hampa” (HR. Abu Daud 1488, At Tirmidzi 3556, di shahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ 2070)

Adab mengangkat tangan

Mengangkat kedua telapak tangan setinggi dada atau bahu, didekatkan, dan tidak dirapatkan. Jika ada keperluan, seperti sholat meminta hujan (istisqo), kedua tangan diangkat sampai terlihat ketiaknya (pakaian nabi sangat longgar di bagian lengannya sehingga kalau kedua tangannya diangkat tinggi akan terlihat ketiaknya).

Bagi khatib sholat Jumat, ketika berdoa, tidak mengangkat kedua tangannya, tetapi disimbolkan dengan mengangkat telunjuknya.

1. Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman:
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَاۤ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَـنَا وَتَرْحَمْنَا لَـنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Qoolaa ROBBANAA ZHOLAMNAAA ANFUSANA WA IL LAM TAGHFIR LANAA WA TAR-HAMNAA  LANAKUUNANNA MINAL-KHOOSIRIIN
"Keduanya berkata, ya Rabb kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Al-A'raf, 7:23)

2. Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman:
رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلـِوَالِدَيَّ  وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ
ROBBANAGHFIR LII WA LIWAALIDAYYA WA LIL -MU`MINIINA YAUMA YAQUUMUL-HISAAB
"Ya Rabb kami, ampunilah aku dan kedua ibu-bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari kiamat)." (QS. Ibrahim, 14:41)

3. Allah Subhaanahuu wa ta'aalaa berfirman:
ROBBANAA HAB LANAA MIN AZWAAJINAA
WA ZURRIYYAATINAA QURROTA A'YUNIW WAJ'ALNAA LIL-MUTTAQIINA IMAAMAA
"... Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada pasangan (istri) kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 74)

4. Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman:
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ   ۖ    رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
ROBBIJ'ALNII MUQIIMASH-SHOLAATI  WA MIN ZURRIYYATII ROBBANAA
WA TAQOBBAL DU'AAA`
"Ya Rabb-ku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat, ya Rabb kami, perkenankanlah doaku."
(QS. Ibrahim, 14:40)

5. Allah Subhaanahuu wa ta'aalaa berfirman:
اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْـكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَاۤ  اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَـنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
iz awal-fityatu ilal-kahfi fa qooluu "ROBBANAAA AATINAA MIL LADUNGKA ROHMATAW WA HAYYI` LANAA MIN AMRINAA ROSYADAA"
"(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, 'Ya Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.'"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 10)

6. Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً  ۚ  اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
"ROBBANAA LAA TUZIGH QULUUBANAA BA'DA IZ HADAITANAA WA HAB LANAA MIL LADUNGKA ROHMAH, INNAKA ANTAL-WAHHAB."
"(Mereka berdoa), Ya Rabb kami, janganlah Engkau condongkan hati kami pada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi." (QS. Ali 'Imran, 3:8)

7. Allah Subhaanahu wa ta'aalaa berfirman:
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
wa min-hum may yaquulu ROBBANAAA AATINAA FID-DUN-YAA HASANATAW WA FIL-  AAKHIROTI HASANATAW WA QINAA 'AZAABAN-NAAR
"Dan di antara mereka ada yang berdoa, Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah, 2:201)

6. Penutup doa
SUBHAANA ROBBIKA ROBBIL 'IZZATI 'AMMA YASHIFUUN, WASALAAMUN ALAL MURSALIIN, WALHAMDULILLAAHIR-ROBBIL AALAMIIN (Shafaat 37: ayat 180-182)
Artinya:
Maha Sucilah Rabb-mu, Rabb dari seluruh kekuasaan, dari apa yang mereka sifatkan. Dan Selamat-sejahtera atas sekalian Rasul-rasul yang telah diutus Rabb. Dan sekalian Puji-pujian adalah untuk Allah, Rabb sekalian 'Alam."

Catatan:
Setelah selesai berdoa, tidak mengusapkan kedua tangan di wajahnya.

Kamis, 12 April 2018

Bagaimana mengomunikasikan sebuah branding destinasi pariwisata?

Seri: Pemasaran dan Manajemen Destinasi Pariwisata

Kata Kunci:
Positioning (P)
Image (I)
Branding (B)

Tujuan:
Menawarkan produk dan layanan yang unik di sebuah destinasi pariwisata.

TKD (Tata Kelola Destinasi) adalah kolaborasi dari unsur pemerintah, pemerintah daerah, industri pariwisata (kumpulan usaha pariwisata yang saling melengkapi), perguruan tinggi, media, dan masyarakat di destinasi pariwisata.

TKD melakukan riset tentang positioning sebuah destinasi pariwisata untuk mengetahui Ancaman (T), Peluang (O), Kelemahan (W), dan Kekuatan (S).

Berdasarkan riset tersebut, TKD menetapkan pernyataan positif tentang sebuah destinasi pariwisata.

Dengan pernyataan tersebut, TKD membangun branding destinasi, yang diikuti dengan pengembangan produk dan layanan yang unik (unique selling points), yang akan dipasarkan kepada wisatawan atau pengunjung potensial.

Wisatawan potensial atau pengunjung potensial menerima image tentang destinasi pariwisata dan berdasarkan hal itu, wisatawan mempunyai persepsi tentang produk dan layanan yang ditawarkan oleh TKD.

Kunci keberhasilan sebuah destinasi pariwisata terletak pada kecerdasan dalam  menawarkan produk dan layanan yang dapat menjawab harapan wisatawan sehingga wisatawan mau berkunjung ke sebuah destinasi pariwisata.

Penjelasan

Positioning

Positioning adalah cara yang dilakukan oleh TKD untuk memengaruhi pikiran pengunjung (wisatawan) potensial. (Diadaptasi dari Ries dan Trout, 2001)

Positioning destinasi pariwisata harus dilakukan dalam beberapa tahap, Morrison (2010) menggunakan 5D's sebagai berikut.

1. Mendokumentasi (Documenting): Langkah pertama, riset terhadap pengalaman berkunjung di masa lalu dan pengunjung potensial, untuk mengetahui manfaatnya bagi pengunjung.

2. Memutuskan (Deciding): Langkah kedua dicapai dengan dua langkah: (1) mengetahui image pengunjung terhadap destinasi pariwisata yang pernah dikunjungi dan (2) memutuskan image apa yang diinginkan TKD, yang mendekati keinginan wisatawan.

3. Membedakan (Differentiating): Langkah ketiga, mengomunikasikan perbedaan sebuah destinasi pariwisata dengan pesaing. Posisi ditampilkan dalam dua tahap: (1) menentukan destinasi mana yang kompetitif; dan (2) menunjukkan faktor-faktor dan USPs (unique selling points) yang tepat, khususnya yang bermanfaat, yang sesuai dengan harapan wisatawan, yang dapat membedakan sebuah destinasi pariwisata tampak berbeda dengan destinasi pesaing.

4. Merancang (Designing): Langkah keempat, TKD harus memutuskan bagaimana  mengomunikasikan image yang akan dipersepsikan oleh pengunjung potensial berdasarkan target pasar.

5. Menyampaikan (Delivering): Terakhir, TKD harus mengimplementasikan dan memonitor agar branding dan image tentang destinasi pariwisata membumi (delivering to the ground).

Tata Kelola Destinasi (TKD) harus membuat sebuah pernyataan yang positif tentang destinasi pariwisata, yang mengekspresikan perbedaan dan keunikan sebuah destinasi pariwisata.

Contoh:
Pernyataan tentang keramahan dan keterbukaan orang-orang di sebuah destinasi pariwisata kepada tamu atau wisatawan atau pengunjung adalah faktor yang positif bagi wisatawan yang akan berkunjung ke sebuah destinasi pariwisata (sebuah negara, provinsi, kabupaten, atau kota, yang dalam kenyataannya, sebuah destinasi pariwisata, dapat melampaui batas wilayah administrasi).

Image

Image tentang destinasi pariwisata adalah persepsi wisatawan terhadap sebuah destinasi pariwisata.

Mengubah image sebuah destinasi pariwisata memerlukan waktu 1-3 tahun dengan melakukan upaya yang sungguh-sungguh melalui penanaman kesadaran tentang branding destinasi pariwisata sehingga image tentang destinasi pariwisata mendekati atau memenuhi harapan wisatawan atau pengunjung.

Harapan wisatawan sangat dipengaruhi oleh pengalaman wisatawan sejak dari keberangkatan, kedatangan di destinasi pariwisata, selama beraktivitas di destinasi pariwisata, sampai wisatawan kembali ke negara atau daerah asalnya.

Apakah wisatawan merasa aman dan nyaman selama berkunjung di destinasi pariwisata?

Untuk meyakinkan wisatawan agar mau berkunjung ke destinasi pariwisata, testimoni dari wisatawan sejak dari keberangkatan, kedatangan, selama beraktivitas di destinasi pariwisata, sampai wisatawan kembali ke negara atau daerah asalnya, merupakan cerita yang menarik bagi wisatawan yang akan berkunjung ke sebuah destinasi.

Branding

Branding destinasi pariwisata digunakan untuk mendukung pendekatan positioning yang terpilih, yang dikomunikasikan dengan membangun image tentang destinasi pariwisata yang diinginkan oleh TKD.

Branding destinasi pariwisata adalah sebuah nama, simbol, logo, kata-kata, atau grafik lainnya, yang  mengidentifikasi dan membedakan sebuah destinasi pariwisata; lebih jelasnya, branding destinasi pariwisata menyampaikan janji tentang pengalaman berwisata yang sangat berkesan, yang secara unik diasosiasikan dengan sebuah destinasi pariwisata; branding destinasi pariwisata juga melayani untuk mengonsolidasi, mengumpulkan,
dan memperkuat kembali kenangan-kenangan yang menyenangkan ketika beraktivitas di destinasi (Ritchie et. al., 1998).

Diolah dari berbagai sumber.

Senin, 09 April 2018

Apa itu "Pariwisata Kreatif?"

"Pariwisata yang menawarkan pengunjung kesempatan untuk mengembangkan potensi kreatif mereka melalui partisipasi aktif dalam kursus-kursus dan pengalaman belajar yang merupakan karakteristik dari tujuan liburan yang mereka lakukan." (Greg Richards dan Julie Wilson)

Pariwisata kreatif adalah bagian dari pariwisata budaya yang bertujuan untuk mengenal keberagaman budaya di destinasi pariwisata.
Aktivitas pariwisata kreatif banyak sekali yang dapat disebutkan antara lain belajar membatik di Museum Batik, Pekalongan; belajar membuat wayang  di Sanggar Wayang Gogon, belajar membuat keris di Besalen Djeno Harumbrodjo, belajar menari di Sanggar Tari Ayodiapala, belajar bermain angklung di Saung Udjo, belajar memasak di Paon Bali Cooking Class di Ubud dsb.

Bisnis Pariwisata

Seri: Pemasaran Destinasi Pariwisata

Banyak bisnis pariwisata dan berbagai usaha pariwisata (industri pariwisata) menawarkan produk dan layanan, yang saling mengisi daripada saling bersaing satu dengan yang lainnya.

Mereka mengombinasikan produk dan layanan, yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya, yang ditawarkan kepada pengunjung (wisatawan) yang mengejar kepuasan atau yang sedang melakukan perjalanan bisnis.


Dari Wisatawan Potensial ke Produk Pariwisata

1. Wisatawan mempunyai kebutuhan, motivasi, dan persepsi untuk memilih perjalanan.

2. Dalam memilih perjalanan, wisatawan mempunyai daya beli berdasarkan karakteristik wisatawan meliputi segmen perjalanan utama, arus perjalanan, dan moda transportasi.

3. Berdasarkan hal tersebut di atas, sebuah destinasi pariwisata, membuat rencana pengembangan destinasi pariwisata dan tata kelola destinasi pariwisata, dengan menetapkan kebijakan, menyusun perencanaan, pengawasan, pengembangan, dan pelayanan berbagai kegiatan kepariwisataan, dengan menekankan prinsip pariwisata berkelanjutan, yang mencakup aspek lingkungan alam, sosial-budaya, dan ekonomi, yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di destinasi pariwisata.

4. Berdasarkan hal tersebut di atas, sebuah produk pariwisata dipasarkan dengan menggunakan strategi, perencanaan, promosi, dan distribusi.

Berbagai destinasi pariwisata, bisnis pariwisata, dan fasilitas ditawarkan kepada wisatawan potensial dengan menggunakan saluran promosi dan distribusi yang efektif, yang akan mendorong wisatawan untuk melakukan perjalanan.

Sumber:
Diolah dari Model Sistem Pariwisata

Entri yang Diunggulkan

Hakikat Rezeki

Rezeki itu pada awalnya halal, kemudian menjadi haram karena cara memperolehnya atau menggunakannya. 1. Sebelum mendapatkannya harus bant...