Minggu, 03 Juni 2018

Dosa Syirik Menghapus Semua Amalan Sebelumnya

Dosa syirik seperti langkah semut yang halus, kalau tidak hati-hati dapat terperangkap dan sulit untuk keluar,  kecuali Allah memudahkan jalan baginya untuk bertobat sebelum mati.

Dosa syirik yang paling ringan adalah riya' dalam beribadah karena mengharapkan pujian dari makhluk.

Dosa syirik yang paling besar adalah menyekutukan Allah dengan menyembah patung, tempat keramat, atau mempersandingkan Allah dengan makhluk-Nya.

Dosa syirik yang lain, bertawasul (meminta) kepada orang yang telah meninggal dengan menyebutkan namanya atau mendatangi kuburannya untuk meminta berkah atau keberuntungan; bernazar, berjanji, atau kaul, kalau cita-citanya terkabul akan memberi selubung kain pada batu nisan, memberikan sesaji, bersedekah kepada penghuni laut, penunggu gunung, dan sebagainya.

Dosa syirik lainnya,  melakukan upacara-upacara tradisi dengan menyediakan sesaji untuk dipersembahkan kepada jin setan penunggu laut, penunggu hutan, dan sebagainya.

Dosa syirik yang lain, percaya pada kekuatan dibalik jimat atau azimat atau fetis, benda-benda bertuah, seperti batu cincin, benda pusaka dsb; percaya kepada dukun, percaya kepada tukang santet, tukang sihir, percaya kepada orang pintar, percaya kepada tukang ramal, percaya kepada ahli tenaga dalam yang dapat menyembuhkan penyakit, percaya kepada medium yang dapat berdialog dengan ruh orang yang telah meninggal, dan sebagainya.

Dosa syirik lainnya, percaya bahwa dokter yang dapat menyembuhkan penyakit, atau obat yang menyembuhkan penyakit, padahal dokter hanya berikhtiar dengan memberikan obat, tetapi yang menyembuhkan penyakit adalah Allah Subhaanahuu wa ta'aalaa.

Dosa syirik melenyapkan amalan sebelumnya, sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat di bawah ini,

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88).

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65).

Allah mengampuni dosa selain syirik

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS an Nisa: 48)

Dalam hadits dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ

“Barang siapa yang mati dalam keadaan tidak berbuat syirik kepada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barang siapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik kepada Allah, maka ia akan masuk neraka” (HR. Muslim no. 93).

Semoga Allah melindungi kita dari dosa syirik dan meneguhkan iman kita sampai akhir hayat. Aamiiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Syaithoon atau Setan

Setan adalah bangsa jin yang dapat masuk ke dalam aliran darah manusia, membisikkan atau mengajak manusia agar hidup abadi, mempersekutukan...