Rabu, 06 Juni 2018

Rahasia jalan menuju surga dan neraka

Allah telah meliputi surga dengan berbagai kesulitan untuk dapat memasukinya, sedangkan neraka diliputi dengan kesenangan/ syafwat untuk dapat memasukinya.

Hadits Qudsi
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rosuulullooh ﷺ bersabda, ketika Alloh menciptakan surga dan neraka, Dia mengutus Jibril untuk melihat neraka, dan kemudian berfirman: Lihatlah apa yang ada di dalamnya, dan kenikmatan yang aku janjikan kepada penghuninya di dalamnya. Rosuulullooh ﷺ melanjutkan: Kemudian Jibril datang ke surga dan melihat di dalamnya dan pada kenikmatan yang disiapkan oleh Alloh Subhaanahuu wa ta'aalaa kepada para penghuninya di dalamnya, kemudian Rosuulullooh ﷺ mengatakan: Kemudian Jibril kembali kepada Alloh Subhaanahuu wa ta'aalaa dan berkata, “Demi kemuliaan-Mu, tidak seorangpun yang mendengar tentangnya, kecuali akan memasukinya.” Kemudian Alloh Subhaanahuu wa ta'aalaa memerintahkan untuk menyelimuti/ melingkupi surga dengan perkara-perkara yang dibenci (berbagai kesulitan), kemudian Alloh Subhaanahuu wa ta'aalaa berfirman (kepada Jibril): kembalilah ke surga, dan lihatlah apa yang telah aku persiapkan untuk para penghuninya di dalamnya. Rosuulullooh ﷺ melanjutkan, “kemudian kembalilah Jibril ke surga, maka ketika dia sampai di sana, benar-benar (surga) telah terlingkupi dengan BERBAGAI KESULITAN, kemudian Jibril kembali menemui Alloh Subhaanahuu wa ta'aalaa dan berkata, 'Demi Kemuliaan-Mu, aku benar-benar khawatir, bahwa tidak akan seorangpun masuk ke dalamnya'. Kemudian Allah Subhaanahuu wa ta'aalaa berfirman, 'Pergilah ke neraka, dan lihatlah di dalamnya, dan perhatikan terhadap apa yang aku persiapkan bagi para penghuninya' kemudian ketika Jibril sampai di neraka, dia melihat neraka terdiri atas beberapa tingkatan, yang satu di bawah yang lain, kemudian dia kembali menemui Alloh Subhaanahuu wa ta'aalaa dan berkata, 'Demi Kemuliaan-Mu, Tidak seorangpun yang mendengar tentangnya akan memasukinya.' Kemudian Alloh Subhaanahuu wa ta'aalaa memerintahkan untuk menyelimuti/ melingkupi Neraka dengan syahwat/KESENANGAN, dan kemudian berfirman kepada Jibril, 'Kembalilah ke Neraka', kemudian Jibril pun kembali ke Neraka, dan kemudian berkata, 'Demi Kemuliaan-Mu, hamba benar-benar khawatir, tidak seorangpun terbebas kecuali akan memasukinya.'”

Hadits diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, dan beliau berpendapat hadits ini berderajat hasan shahih (begitu juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibn Majah)

Entri yang Diunggulkan

Islam dan Tradisi

Selama ini kita menjadikan tradisi kita menjadi Islam. Kita belum menjadikan Islam sebagai tradisi dalam kehidupan kita (Dr. Khalid Basalam...