Senin, 06 Agustus 2018

Lisan cerminan hati

Yahya bin Mu'adz rohimahulloh mengatakan:

"Hati itu seperti panci, dia akan mendidihkan apa yang ada di dalamnya, sedangkan lisannya itu (ibarat) gayungnya. Maka tunggulah (untuk menilai) seseorang sehingga dia berbicara, karena lisannya akan mengambilkan untukmu apa yang ada dalam hatinya; bisa jadi rasanya manis, atau kecut, atau tawar, atau asin. Lisannya akan mengabarkan kepadamu tentang rasa hatinya." [Kitab: Hilyatul Aulia, 10/63].

Oleh karenanya, terapkanlah hadits Nabi -shollalloohu alaihi wasallam-:

"Barang siapa beriman kepada Alloh dan Hari Akhir, maka katakanlah perkataan yang baik, atau (jika tidak) maka diamlah." [HR. Bukhori Muslim].

Sumber:
Mutiara Risalah Islam
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA
Dewan Pembina Yayasan Risalah Islam

Entri yang Diunggulkan

Islam dan Tradisi

Selama ini kita menjadikan tradisi kita menjadi Islam. Kita belum menjadikan Islam sebagai tradisi dalam kehidupan kita (Dr. Khalid Basalam...