Jumat, 10 Agustus 2018

Orang pertama yang diadili di akhirat

Di dunia dia dikenal sebagai pemberani, pandai ilmu agama (alim), mahir membaca al-quran (qori/ qoriah), atau dermawan. Karena niatnya, bukan karena Alloh, melainkan ingin dikenal dengan sebutan di atas, di akhirat dia dicampakkan ke dalam neraka jahannam.

Na'udzubillahi mindzalik.

Dari Abu Hurairah rodhiyAllohu ‘anhu, diceritakan: Orang-orang berkelompok-kelompok dari Abu Hurairah, Natil penduduk Syam berkata padanya: "Wahai Tuan, ceritakanlah kepadaku sebuah hadits yang engkau dengar dari Rosuulullooh Sholalloohu ‘alaihi wa sallam!" Ia berkata: "Ya, saya mendengar Rosuulullooh Sholalloohu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya orang yang paling pertama diadili pada hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid, ia didatangkan dan ditanyakan nikmat­-nikmatnya, lalu ia mengakuinya. Dia berfirman: "Apakah yang kamu amalkan di dunia?" Ia menjawab: "Saya berperang sampai mati syahid." Dia (Alloh) berfirman: "Kamu berdusta, tetapi kamu berperang agar dikatakan sebagai Pemberani dan itu telah dikatakan." Kemudian ia diperintahkan, lalu wajahnya ditarik sehingga ia dilemparkan ke dalam neraka. Seorang yang memperlajari Ilmu, mengajarkannya, dan membaca Al Qur'an di­datangkan. Nikmat-nikmatnya, ditanyakan dan ia mengakuinya. Dia berfirman: "Apakah yang kamu kerjakan di dunia?" Ia menjawab: "Saya mempelajari Ilmu, mengajarkannya, dan saya membaca Al-Qur'an karena-Mu." Dia berfirman: "Kamu berdusta, karena kamu mempelajari Ilmu agar dikatakan pandai (alim) dan kamu membaca Al Qur'an agar dikatakan sebagai Qori,' dan itu semua telah diucapkan." Kemudian diperintahkan, lalu wajahnya ditarik sampai dicampakkan ke dalam neraka. Dan seorang yang diberi kelapangan oleh Alloh dan diberi berbagai macam seluruh harta didatangkan dan ditanyakan nikmat-nikmatnya lalu ia mengakuinya. Dia berfirman: "Apakah yang kamu kerjakan di dunia ?" Ia menjawab: "Saya tidak meninggalkan jalan yang mana engkau senang untuk diinfakkannya (harta) melainkan saya menginfakkannya karena-Mu." Dia berfirman: "Kamu berdusta, tetapi kamu kerjakan agar dikatakan sebagai Dermawan, dan itu telah dikatakan." Ia diperintahkan, lalu ditarik wajahnya kemudian dilemparkan ke dalam neraka." (Hadits shohih diriwayatkan oleh Muslim, Kitabul Imarah bab Man Qootala lir Riya' was Sum'ah Istahaqqonnar VI/47 atau III/1513-1514 no. 1905; An-Nasa-i, Kitabul Jihad bab Man Qootala liyuqola: Fulan Jari', Sunan Nasa-i VI/23-24, Ahmad dalam Musnadnya II/322 dan Baihaqy IX/168)

Entri yang Diunggulkan

Islam dan Tradisi

Selama ini kita menjadikan tradisi kita menjadi Islam. Kita belum menjadikan Islam sebagai tradisi dalam kehidupan kita (Dr. Khalid Basalam...