Sabtu, 06 Oktober 2018

Alloh tidak membinasakan suatu negeri secara zholim

Alloh Subhaanahuu wa Ta'aalaa berfirman:

وَمَا  كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرٰى بِظُلْمٍ وَّاَهْلُهَا مُصْلِحُوْنَ

wa maa kaana robbuka liyuhlikal-quroo bizhulmiw wa ahluhaa mushlihuun

"Dan Robb-mu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zholim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Hud 11: Ayat 117)

Sumber:
Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

*******
Tafsir Ibnu Katsir
Hud, ayat 116-117

{فَلَوْلا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الأرْضِ إِلا قَلِيلا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَ (116) وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ (117) }

Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kalian orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang dari (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zholim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka ada­lah orang-orang yang berdosa. Dan Robb-mu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zholim, sedangkan penduduk­nya orang-orang yang berbuat kebaikan.

Alloh Subhaanahuu wa Ta'aalaa berfirman, "Mengapa tidak ada dari umat-umat yang terdahulu orang-orang yang masih berbuat kebaikan, di mana mereka mengerjakan nahi munkar di kalangan sesama mereka terhadap perbuatan-perbuatan jahat yang dikerjakan di antara mereka, juga terhadap perbuatan-perbuatan kemungkaran dan kerusakan di muka bumi ini?"

Firman Alloh Subhaanahuu wa Ta'aalaa:

{إِلا قَلِيلا}

kecuali sebagian kecil. (Hud: 116)

Dengan kata lain, memang di kalangan mereka terdapat sejumlah orang dari jenis ini, tetapi tidak banyak. Mereka adalah orang-orang yang diselamatkan oleh Alloh Subhaanahuu wa Ta'aalaa di kala murka Alloh dan azab-Nya datang menimpa mereka secara tiba-tiba. Karena itulah maka Alloh Subhaanahuu wa Ta'aalaa memerintahkan kepada umat yang dimuliakan ini (umat Nabi Shollalloohu'alaihi wasallam), hendaklah di kalangan mereka terdapat orang-orang yang menggalakkan amar maruf dan nahi munkar, seperti yang disebutkan Alloh Subhaanahuu wa Ta'aalaa dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

{وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ}

Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran: ayat 104)

Di dalam sebuah hadits disebutkan:

"إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الْمُنْكِرَ فَلَمْ يُغَيِّرُوهُ، أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُم اللَّهُ بِعِقَابٍ"

Sesungguhnya manusia itu apabila melihat perkara mungkar, lalu mereka tidak mencegahnya, niscaya dalam waktu yang dekat Alloh akan menimpakan siksaan secara umum kepada mereka.

Untuk itulah dalam surat ini disebutkan melalui firman-Nya:

{فَلَوْلا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الأرْضِ إِلا قَلِيلا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ}

Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kalian orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang dari (mengerjakan)
kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka. (QS. Hud: ayat 116)

*******

Firman Alloh Subhaanahuu wa Ta'aalaa:

{وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ}

dan orang-orang yang zholim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka. (Hud: 116)

Dengan kata lain, mereka tetap mengerjakan maksiat dan perkara mung­kar yang biasa mereka lakukan, dan sama sekali tidak tergerak untuk mengingkarinya. Mereka adalah orang-orang yang bakal dikejutkan oleh azab Alloh yang menimpa mereka secara tiba-tiba.

{وَكَانُوا مُجْرِمِينَ}

dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. (Hud: 116)

Kemudian Alloh Subhaanahuu wa Ta'aalaa menyebutkan bahwa tidak sekali-kali Dia membinasakan suatu penduduk kota melainkan bila penduduk kota itu berbuat aniaya terhadap diri mereka sendiri. Dan tidak sekali-kali azab dan pembalasan-Nya datang menimpa suatu penduduk kota yang berbuat baik, kecuali bila mereka berbuat aniaya. Sehubungan dengan hal ini Alloh Subhaanahuu wa Ta'aalaa telah berfirman:

{وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَكِنْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ}

Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (Hud: 101)

{وَمَا رَبُّكَ بِظَلامٍ لِلْعَبِيدِ}

dan sekali-kali tidaklah Robb-mu menganiaya hamba-hamba-Nya.(Fushshilat: 46)

Sumber:
Tafsir Ibnu Katsir

Entri yang Diunggulkan

Big data warisan budaya takbenda

Pertemuan informal dengan Adam Cao dari Yong Xin Hua Yun Cultural Industry Investment Group Co., Ltd. pada Sesi ke-13 the Intergovernmenta...