Sabtu, 24 November 2018

Kedahsyatan Dzikir Hasbunalloh Wani’mal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Nasir

Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, Cukuplah Alloh (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.

Alloh Subhaanahuu wa Ta'aalaa berfirman:

اَلَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَـكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمَانًا    ۖ  وَّقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

allaziina qoola lahumun-naasu innan-naasa qod jama'uu lakum fakhsyauhum fa zaadahum iimaanaw wa qooluu hasbunallohu wa ni'mal-wakiil

"(Yaitu) orang-orang (yang menaati Alloh dan Rosul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, Cukuplah Alloh (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 173)

Alloh Subhaanahuu wa Ta'aalaa berfirman:

وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوْۤا  اَنَّ اللّٰهَ مَوْلٰٮكُمْ ۗ  نِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

wa in tawallau fa'lamuuu annalloha maulaakum, ni'mal-maulaa wa ni'man-nashiir

"Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Alloh pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 40)

Alloh Subhaanahuu wa Ta'aalaa berfirman:

وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَادِهٖ ۗ  هُوَ اجْتَبٰٮكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍ ۗ  مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَ ۗ  هُوَ سَمّٰٮكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ  ۙ  مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَآءَ عَلَى النَّاسِ  ۖ  فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِ ۗ  هُوَ مَوْلٰٮكُمْ ۚ  فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

wa jaahiduu fillaahi haqqo jihaadih, huwajtabaakum wa maa ja'ala 'alaikum fid-diini min haroj, millata abiikum ibroohiim, huwa sammaakumul-muslimiina ming qoblu wa fii haazaa liyakuunar-rosuulu syahiidan 'alaikum wa takuunuu syuhadaaa`a 'alan-naasi fa aqiimush-sholaata wa aatuz-zakaata wa'tashimuu billaah, huwa maulaakum, fa ni'mal-maulaa wa ni'man-nashiir

"Dan berjihadlah kamu di jalan Alloh dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Alloh) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini agar Rosul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah SHOLAT dan tunaikanlah ZAKAT, dan berpegang teguhlah kepada Alloh. Dialah pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 78)

Sumber: Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

*******

"Hasbunalloh Wani'mal Wakil, Ni'mal Maula Wani'man Nasir."

Artinya: “Cukuplah ALLOH sebagai penolong kami, dan ALLOH adalah sebaik-baik pelindung.”

Dzikir di atas merupakan dzikir pendek, namun mengandung makna yang sangat luar biasa. Seperti kita ketahui bahwa manusia seringkali merasakan suka dan duka yang silih berganti. Meski telah dijelaskan dalam Al-Quran bahwa manusia itu akan diuji dengan perasaan gelisah, orang-orang yang beriman akan tetap percaya kalau Alloh Subhaanahuu wa Ta’aalaa selalu bersamanya sehingga perasaan galau dan gelisah dapat teratasi. Kepasrahan mereka menerima takdir Alloh Subhaanahuu wa Ta'aalaa, membuat jiwa lebih sabar dan tenteram dalam menghadapi cobaan kerasnya kehidupan.

Bacaan Dzikir "Hasbunalloh Wani’mal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Nasir" adalah dzikir pilihan untuk seluruh umat Muslim.

Dengan selalu membacanya maka hati akan senantiasa dekat dengan Yang Maha Pencipta, memiliki perasaan yang sangat peka terhadap keadaan sekitar sehingga terhindar dari berbagai kemungkinan buruk dan kejahatan yang akan dilakukan orang lain terhadapnya. Alloh Ta’aalaa menceritakan mengenai Rosul dan sahabatnya dalam firman-Nya,

اَلَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَـكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمَانًا    ۖ  وَّقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

allaziina qoola lahumun-naasu innan-naasa qod jama'uu lakum fakhsyauhum fa zaadahum iimaanaw wa qooluu hasbunallohu wa ni'mal-wakiil

"(Yaitu) orang-orang (yang menaati Alloh dan Rosul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, Cukuplah Alloh (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 173)

Sahabat Abdullah bin ‘Abbas pernah berkata, bahwa “Hasbunalloh wa ni’mal wakil” adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi ‘Ibrahim ‘alaihis salaam ketika beliau akan dilempar ke dalam api yang membara.

Nabi Muhammad shollalloohu ‘alaihi wa sallam juga mengatakan kalimat tersebut dalam ayat, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Alloh menjadi Penolong kami dan Alloh adalah sebaik-baik Pelindung.” (HR. Bukhori no. 4563)

Sejarah mencatat, bahwa dzikir "Hasbunalloh Wani’mal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Nasir" adalah salah satu bacaan yang kerap diucapkan oleh para nabi dan ulama salaf, baik dalam keadaan lapang maupun saat menghadapi cobaan besar ataupun fitnah yang berat.

Kekuatan dzikir "Hasbunalloh Wani’mal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Nasir" melebihi kekuatan apa pun di dunia ini, serta menegaskan semangat tauhid pada diri orang mukmin. Yaitu bahwa hanya kepada Alloh sajalah tempat untuk berserah diri, dan pengakuan bahwa semua makhluk ciptaan-Nya adalah lemah atau tidak abadi.

Bahkan, dzikir "Hasbunallah Wani’mal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Nasir' merupakan untaian ayat Al-Quran dengan makna yang terkandung hikmah agung di dalamnya. Dengan mempelajarinya, maka menjadi tahu arti, makna, hikmah, keutamaan, dan kelebihannya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Alloh Subhaanahuu wa Ta’aalaa sekaligus meminta perlindungan hanya kepada-Nya.

Berikut ini adalah beberapa kedahsyatan dzikir "Hasbunalloh wani'mal wakil."

1. Membaca dzikir "Hasbunallah Wani’mal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Nasir" adalah satu di antara bentuk ketakwaan kita kepada Alloh. Bentuk dan rasa tawakal kita kepada Alloh dengan sepenuhnya mendekatkan diri kepada Alloh. Dengan kalimat ini, kita menyerahkan segenap jiwa dan raga kepada Alloh, menyerahkan segala urusan, beban, dan masalah kita kepada Alloh karena Alloh lah sebaik-baiknya wakil. Tawakal dan ikhlas menyerahkan sepenuhnya urusan kepada Alloh Subhaanahuu wa ta'aalaa.

2. Pada saat dihimpit berbagai problematika kehidupan dunia yang begitu menyesakkan, dirundung duka dan derita, serta masalah-masalah yang berkecamuk, termasuk kesulitan hidup, maka kita hendaknya mengucapkan ayat "Hasbunalloh wani'mal wakil ni'mal maula wani'man nasir." Selain itu, merupakan wujud ketergantungan manusia kepada Alloh Subhaanahuu wa Ta'aalaa, manifestasi permohonan tolong kepada Alloh, dan bentuk tawakal untuk mengembalikan segala urusan kepada-Nya.

3. Adapun makna "Hasbunalloh wani’mal wakil" secara implisit (tersirat) menegaskan tentang ke-Esa-an Alloh, yakni sebagai satu-satunya dzat yang patut kita untuk menyerahkan semua urusan, meminta pertolongan, dan memohon perlindungan dari segala gangguan. Karena Dia lah sebaik-baiknya dzat yang patut disembah dan dimintai pertolongan.

Kedahsyatan dzikir "Hasbunalloh wani'mal wakil" yang memiliki arti dan makna sangat mendalam atas kedekatan dan rasa tawakal kita kepada Alloh sebagai Robb Yang Maha Pencipta yang Maha Kuasa. Berikut adalah berbagai kisah tentang kedahsyatan Dzikir "Hasbunalloh Wani’mal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Nasir."

Kisah-kisah kedahsyatan Dzikir Hasbunalloh wani’mal wakil:

1. Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Ibrahim alaihissallam diletakkan di atas tungku api, Jibril bertanya kepada beliau –Apakah engkau memerlukan sesuatu pertolongan dariku?’ Nabi Ibrahim lantas menjawab – “Aku tidak memerlukan apa-apa pertolongan darimu. Aku hanya memerlukan pertolongan dari Alloh.”

“Hasbunalloh wa ni’mal wakil” itulah kalimat yang dikatakan oleh Nabi Ibrahim alaihissalaam ketika akan dilempar ke dalam kobaran api. Nabi Ibrahim mempercayakan seluruh jiwa dan raganya sepenuhnya kepada Alloh, maka Alloh berfirman “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.” Alloh menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Dan Ibrahim pun tidak terbakar. Demikian halnya dengan Rosuulullooh Shollalloohu'alaihi wasallam dan para sahabat ketika menghadapi ancaman dari pasukan kafir, mereka juga mengucapkan “Hasbunalloh wa ni’mal wakil,” Cukuplah Alloh menjadi penolong kami dan Alloh adalah sebaik-baik pelindung.

2. Nabi Muhammad Shollalloohu alaihi wasallam juga diriwayatkan menyebut kalimah "Hasbunallah wa ni’mal wakil" ketika di dalam perang Badar, sehingga Alloh memberikan kemenangan kepada baginda.

3. Pernah ada suatu cerita tentang seorang pedagang yang hendak meminjam uang untuk modal usaha kepada seorang mukmin.  Mukmin bertanya kepada sang pedagang “Apa jaminan darimu, agar dapat membayar pinjamanmu?” Pedagang menjawab, “Alloh Subhaanahuu wa ta'aalaa,” maka Mukmin berkata” jika itu yang jadi jaminanmu, maka aku percaya.” Lalu disepakati jadwal pelunasan utang.

Pedagang pun menggunakan uang itu untuk berdagang. Ketika menjelang jatuh tempo pembayaran utang,  Pedagang dengan membawa hasil keuntungan dagangannya pergi untuk melunasi utangnya kepada Mukmin. Akan tetapi, setibanya di tempat perahu yang biasa mengantarkan penumpang, tidak ada satupun perahu yang dapat membawanya ke tempat tujuan. Dia khawatir akan lewat jatuh tempo kesepakatan yang telah disepakati dengan Mukmin. Lalu dia mengambil sebuah kayu dan melubangi kayu itu. Dia kemudian memasukkan uang dan sebuah surat ke dalam lubang di kayu itu.  Pedagang kemudian menaruh kayu itu ke laut dan berdoa kepada Alloh semoga uang ini dapat sampai ke tangan  Mukmin.

Keesokan harinya,  Pedagang dapat menyeberang lautan dengan membawa uang penganti yang lain. Pedagang itu kemudian menyerahkan uang kepada Mukmin.  Mukmin menjawab dengan tersenyum, “Uang pinjamanmu sudah aku terima kemarin, ketika aku sedang menunggumu. Aku menemukan sebuah batang kayu, lalu batang kayu itu aku bawa pulang untuk aku jadikan kayu bakar. Pada saat aku membelahnya ada uang beserta surat darimu." Pedagangpun tersenyum dan bersyukur kepada Alloh.

4. Berkaitan dengan doa kepasrahan di atas, pada tahun 2007, seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita) Indonesia di Hong Kong didakwa membunuh bayi majikan. Pekerja asal Malang itu mengaku saat itu sangat lelah setelah kerja beberapa hari tanpa istirahat yang cukup.

Tiba-tiba saja bayi dalam gendongannya jatuh dan mati dalam perjalanan ke rumah sakit. Ia ditangkap polisi dan dimasukkan dalam tahanan dengan dakwaan pembunuhan sambil menunggu proses pengadilan.

Dalam pengadilan yang berlangsung beberapa kali dengan didampingi pembela dari KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia), ia dituntut penjara tujuh tahun. Pada malam menjelang sidang esok harinya, perempuan berusia dua puluhan tahun dan baru masuk Islam itu pamit untuk menjalani hukuman yang sudah pasti dijalani berdasar beberapa pengalaman serupa dalam pengadilan di Hong Kong.

Namun, ia tetap meminta doa selamat. Sekalipun belum bisa membaca dengan lancar, saya tuliskan "Hasbunallah wani'mal wakil" (cukuplah Alloh menjadi Penolong kami dan Alloh adalah Pelindung Yang Terbaik).

Saya tambahkan juga doa "Ni’mal maula wani’man nashir" (Robb Maha Penolong dan Pemberi kemenangan. QS. Al-Anfal 8:40, al-Haj 22:78). Ia baca doa itu sepanjang malam sambil menangis karena teringat orang tuanya di Indonesia yang tidak tahu menahu kejadian itu.

Esok harinya, sebuah keajaiban terjadi. Dalam sidang terakhir, ia dibebaskan dari semua tuduhan, tapi dalam waktu 48 jam harus meninggalkan Hong Kong. Pengacaranya terheran-heran karena hampir tidak masuk akal. Jaksa penuntut juga bersungut-sungut dengan keputusan hakim.

Subhaanalloh, Alloohu Akbar, Kita tidak perlu takut dengan segala tantangan, karena kita telah memiliki kekuatan besar: keimanan, dan senjata ampuh: "Hasbunalloh wani'mal wakil, ni’mal maula wani’man nasir."

Inilah kehebatan kita sebagai seorang mukmin: tidak cengeng, waswas, gelisah, pesimis menghadapai suatu masalah. Kita baca berulangkali dzikir "Hasbunallah Wani’mal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Nasir" sambil merenungkan Ke-Mahaperkasaan dan ke-Mahakuasa-an Alloh dalam menolong hamba-Nya.

Kita hadapi semua tantangan dengan penuh iman dan percaya diri, lalu kita serahkan sepenuhnya kepada Alloh Subhaanahuu wa ta'aalaa. Pasrahkan semua masalah yang Anda hadapi kepada Alloh sepenuhnya, Alloh pasti hadir dan berkata, “Tenanglah, Aku hadir untuk mengambil alih semua masalahmu!.”

"Hasbunalloh Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir."

Cukuplah ALLOH sebagai penolong kami, dan ALLOH adalah sebaik-baik pelindung

Sumber tautan:
http://www.kabarmakkah.com/2017/02/dzikir-hasbunallah-wanikmal-wakil-nikmal-maula.html


Entri yang Diunggulkan

Big data warisan budaya takbenda

Pertemuan informal dengan Adam Cao dari Yong Xin Hua Yun Cultural Industry Investment Group Co., Ltd. pada Sesi ke-13 the Intergovernmenta...